Postingan

Puisi: Laut (Karya Medy Loekito)

Laut Lepas terbang membenam jalaku kala malam-malam menyita bayang wajahmu nan rupawan dalam kebiruan yang …

Puisi: Di Puncak Sikunir (Karya Medy Loekito)

Di Puncak Sikunir Aku tiada diri di kilau mentari-Mu Aku sirna diri di sempurna fajar-Mu Februari…

Puisi: Selamat Malam Adinda (Karya Medy Loekito)

Selamat Malam Adinda Saat langit-langit di atas sana menciut malam datang disertai kelamnya mungkin engkau …

Puisi: Jika (Karya Medy Loekito)

Jika Jika hari adalah waktu kuingin ia punya boneka dan mengajakku bermain Jika hari bukanlah waktu k…

Puisi: Malam di Bukit (Karya Medy Loekito)

Malam di Bukit Rumput kecil bergerigi tajam bagai belati menyayat bulan hingga mengucurkan sepi Sumber: Ai…

Puisi: Di Halaman Rumah (Karya Medy Loekito)

Di Halaman Rumah Musim hujan datang di pucuk-pucuk daun membawa pelangi ke halaman rumah. Analisis P…

Puisi: In Solitude (Karya Medy Loekito)

In Solitude Ingin kucumbu bulan malam ini menanggalkannya dari langit dan membawanya dalam sepiku. 199 2 …

Puisi: Melati Biru (Karya Medy Loekito)

Melati Biru Kupungut ludahku dalam anak sungai  yang mengalir lalu kutanam pada celah rimba dan aku men…

Puisi: Nyanyian Lapar (Karya Husain Landitjing)

Nyanyian Lapar betapa dinginnya hidup dalam sunyi betapa dinginnya malam hari angin nanar mengacau rambut pikirannya yang kotor dan pada malam-malam …
© Sepenuhnya. All rights reserved.