Postingan

Puisi: Kampung Naga (Karya Medy Loekito)

Kampung Naga Di sini keindahan bernyanyi tanpa ada telinga yang mendengar dan keramaian merebak tanpa pan…

Puisi: Menatap Lukisan Anakku (Karya Medy Loekito)

Menatap Lukisan Anakku (Bergulir bulan dari bukit ke bukit) "anakku, anakku, jangan biarkan bukit melumat bulan nanti gelita alam ole…

Puisi: Pengemis Perempuan dan Anaknya (Karya Medy Loekito)

Pengemis Perempuan dan Anaknya Ketika dadanya kering dari air susu disuapinya lapar anaknya dengan jiwa yang lari ke awan-awan meremasny…

Puisi: Laut (Karya Medy Loekito)

Laut Lepas terbang membenam jalaku kala malam-malam menyita bayang wajahmu nan rupawan dalam kebiruan yang …

Puisi: Di Puncak Sikunir (Karya Medy Loekito)

Di Puncak Sikunir Aku tiada diri di kilau mentari-Mu Aku sirna diri di sempurna fajar-Mu Februari…

Puisi: Selamat Malam Adinda (Karya Medy Loekito)

Selamat Malam Adinda Saat langit-langit di atas sana menciut malam datang disertai kelamnya mungkin engkau …

Puisi: Jika (Karya Medy Loekito)

Jika Jika hari adalah waktu kuingin ia punya boneka dan mengajakku bermain Jika hari bukanlah waktu k…

Puisi: Malam di Bukit (Karya Medy Loekito)

Malam di Bukit Rumput kecil bergerigi tajam bagai belati menyayat bulan hingga mengucurkan sepi Sumber: Ai…

Puisi: Di Halaman Rumah (Karya Medy Loekito)

Di Halaman Rumah Musim hujan datang di pucuk-pucuk daun membawa pelangi ke halaman rumah. Analisis P…
© Sepenuhnya. All rights reserved.