Postingan

Puisi: Meja Makan (Karya Joko Pinurbo)

Meja Makan Tubuhmu yang pulang terbujur di atas meja makan. Tubuh kenangan yang telah mengarungi laut, merambah hutan. Aku bersama dua…

Puisi: Perempuan Jakarta (Karya Joko Pinurbo)

Perempuan Jakarta Memang tampak cantik ia dengan celana merah menyala. Senja berduyun-duyun mengejar petang mengejar malam. Pada sebuah …

Puisi: Ajakan (Karya Mansur Samin)

Ajakan Mari serahkan kepadaku semua sengsara sampai di manalah tangis orang-orang putus asa tiada percaya hidup ini nyanyian mesr…

Puisi: Gubuktua (Karya Mansur Samin)

Gubuktua Jalan hutan telah terbuka menyisir ke timur sepotong daratan kelabu jika kau itu gubukku tua ke mana pergi semua kerab…

Puisi: Surat (Karya Mansur Samin)

Surat Ramli anakku, tidakkah kau mau kembali ibumu menunggu dan lama mencari kiranya ke markas KAPPI ini kau bergabung telah se…

Puisi: Ode Pemakaman (Karya Mansur Samin)

Ode Pemakaman Inilah kami tiap lapisan warga kotamu yang datang kemari dari segala penjuru untuk menyampaikan salam duka kami saat jenazah…

Puisi: Tukang Kebun (Karya Mansur Samin)

Tukang Kebun Betapa sering di sore hari kami berjumpa di pojok jalan ini menyajikan senyum dia menghormat mesra sekali sambil men…

Puisi: Telaga (Karya Mansur Samin)

Telaga Gerimis hujan akhir Agustus menggenapi selokan dan tubir kampung aku makin kerap bertandang ke rumahmu seakan curah hari-h…

Puisi: Pendatang (Karya Mansur Samin)

Pendatang Percaya dengan dera pertama lentera besar reda depan samar di sudut rindu rasa kenal menyasar Peluk mata bermimpi r…
© Sepenuhnya. All rights reserved.