Postingan

Puisi: Ingat pada Ibu (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Sajak Ingat pada Ibu Padahal dulu tak pernah terpikir bahwa semua akan dialami Lalu sekarang, sesudah merasa dewasa semua seper…

Puisi: Syukur (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Syukur Ya, Allah Bumi ini nyaris tragis Jika tidak Kau batasi Kemarin seseorang menyebut-Mu Jauh di belakang Dan Kau sed…

Puisi: Mobil (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Mobil Melihat mobil diparkir berderet-deret Dan para sopir yang menunggu majikan sambil bermain klakson Atau merokok dan melihat…

Puisi: Hati (Karya Arahmaiani)

Puisi Hati Perempuan berkaca mata Menyanyi sendiri Di dalam hati Musiknya detak jantungnya Perempuan berkaca mata Berpuisi sendiri …

Puisi: Wajah Cinta Sebenarnya (Karya Arahmaiani)

Wajah Cinta Sebenarnya Cintaku dihadapkan pada seribu muka Pada mata, pada jemari Ikal rambut, gelombang laut Hati resah, jiwa gelisah War…

Puisi: Daun Nangka dan Pintu-Pintu Terbuka (Karya Arahmaiani)

Daun Nangka dan Pintu-Pintu Terbuka (1) Sehelai daun nangka jatuh ke kepala Apakah kegilaan ini nyata? Pintu-pintu terbelah Jendela kaca …

Puisi: Untukmu (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Sajak Untukmu * HMH Ketika waktu beku dalam matamu bibirku menangkap bongkah es yang mencair dalam rindumu dan melumat sepi dalam setiap detik yang b…

Puisi: Langgar Kulur (Karya Mahatmanto)

Langgar Kulur Jarum jam 'lah diam Tiada bergerak berdetak lagi. Surau sunyi ditinggalkan santri pergi tiada kembali Tembok gig…

Puisi: Cakar atau Ekor? (Karya Mahatmanto)

Cakar atau Ekor? Di mana batas? semua hendak serba bebas melanggar, meliar. Bukankah setiap selalau hendak serba baru, jadi meni…
© Sepenuhnya. All rights reserved.