Postingan

Puisi: Berayun di Alun (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Berayun di Alun Bergulung alun kejar-mengejar Bersorak sorai suara memecah , Mendidih berbuih kapas menghempas Mundur maju di pasir putih. Demikian l…

Puisi: Sahabat (Karya Idrus Tintin)

Sahabat Dari perca kubangun sebuah persahabatan lama lebih lama dari layaknya orang bersahabat dibuhul mufakat saling mengerti benar-b…

Puisi: Hidup Kian Menarik (Karya Idrus Tintin)

Hidup Kian Menarik Segala geramku mengangkat lagu meniup sangkakala membunyikan rebana Dalam harapku menghunjam aku mendengar bahasa yang …

Puisi: Kadiran Berpendidikan (Karya Kang Thohir)

Kadiran Berpendidikan Wong saiki kadiran berpendidikan omonge seenake wedel maring wong ora berpendidikan, mugane saiki akeh pada sombong karna ngras…

Puisi: Paling Kelam (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Paling Kelam sekelam apa ketika parasmu lesap gambar dalam kenangan terbakar dan ranjang percintaan tinggal puing? aku jadi tahu …

Puisi: Mobil (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Mobil Melihat mobil diparkir berderet-deret Dan para sopir yang menunggu majikan sambil bermain klakson Atau merokok dan melihat…

Puisi: Wajah Cinta Sebenarnya (Karya Arahmaiani)

Wajah Cinta Sebenarnya Cintaku dihadapkan pada seribu muka Pada mata, pada jemari Ikal rambut, gelombang laut Hati resah, jiwa gelisah War…

Puisi: Daun Nangka dan Pintu-Pintu Terbuka (Karya Arahmaiani)

Daun Nangka dan Pintu-Pintu Terbuka (1) Sehelai daun nangka jatuh ke kepala Apakah kegilaan ini nyata? Pintu-pintu terbelah Jendela kaca …

Puisi: Untukmu (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Sajak Untukmu * HMH Ketika waktu beku dalam matamu bibirku menangkap bongkah es yang mencair dalam rindumu dan melumat sepi dalam setiap detik yang b…
© Sepenuhnya. All rights reserved.