Postingan

Puisi: Caya Merdeka (Karya Usmar Ismail)

Caya Merdeka (Kepada Tanah Airku) Sekali aku terbangun dalam cerkam-Mu, Dari dalam jurang yang gelap-hitam …

Puisi: Cita-Cita (Karya Usmar Ismail)

Cita-Cita Cita-cita, Kurasa kau lincah menari-nari di dalam jiwa, Kudengar kau nyaring bernyanyi-nyanyi di dalam dada bagai seruling tiada henti meny…

Puisi: Tanah Air (Karya Rustam Effendi)

Tanah Air O, tanah airku, yang éndah sangat, Berpandang katifah  hijau, berlembah, bekasan danau, berlangit bertudung awan, bergunung berbu…

Puisi: Menangis (Karya Rustam Effendi)

Menangis Alangkah benciku mendengar tangis kalau menangis karena sakit. Alangkah marahku mendengar tangis, kalau orang disingg…

Puisi: Mengeluh (Karya Rustam Effendi)

Mengeluh (1) Bukanlah béta berpijak bunga, melalui hidup menuju makam. Setiap saat disimbur sukar bermandi darah, dicucurkan dendam. Mena…

Puisi: Laut Banda (Karya Gerson Poyk)

Laut Banda Engkau adalah Ibu di antara Ibu yang selalu siap memberi hujan dan angin yang menggiling tepung ikan tepung sagu di negeri matahari Engkau…

Puisi: Singa (Karya Sitor Situmorang)

Singa (sebuah fabel) Aku bergumam dalam sarangku. Gadis kecil masuk dalam gua. Aku mengaung: "Mengapa kau ke mari?" "Aku penyair!"…

Puisi: Duka (Karya Sitor Situmorang)

Duka ( kepada Chairil Anwar ) Manakah lebih sedih? Nenek terhuyung tersenyum Jelma sepi abadi Takkan be…

Puisi: Jakarta (Karya Sitor Situmorang)

Jakarta ( Buat Sumantri ) Diriku rawa Panas membatu di putih dinding Semua punya arti, manusia dan malari…
© Sepenuhnya. All rights reserved.