Puisi: Kepada Jakarta (Karya Ajip Rosidi) Kepada Jakarta Kukutuk kau dalam debu keringat kota Karena di balik keharuan paling dalam Mengintip malaria Kucinta kau k…
Puisi: Sepotong Sajak dan Secawan Arak (Karya Beno Siang Pamungkas) Sepotong Sajak dan Secawan Arak Sepotong sajak menyelinap ke dalam tidurku bertanya tentang mimpi seorang ana…
Puisi: Senja (Karya Sanusi Pane) Senja Malam turun perlahan-lahan Damai sentosa hening tenang Sunyi senyap alam sekarang Suara angin bertahan-tahan Bunga di kebun menutup kantuk Lalu…
Puisi: Kemis Pagi (Karya Taufiq Ismail) Kemis Pagi Hari ini kita tangkap tangan-tangan Kebatilan Yang selama ini mengenakan seragam kebesaran Dan m…
Puisi: Wisky yang Puitis (Karya Beno Siang Pamungkas) Wisky yang Puitis (: buat Mas Timur SS yang baik & Mas Agus Wasit yang hebat) Seorang penyair, mengirim hu…
Puisi: April (Karya Kirdjomuljo) April kenangan buat Lorca Secepat kedatangan bulan April cintaku kembali dalam diri membersit, sewarna hijau alam melingkar,…
Puisi: Angin Pagi (Karya Kirdjomuljo) Angin Pagi (1) Yang pertama kuingat dan terakhir kulupakan adalah kau Ibu Berkali kubuat dosa dan noda tidak kuterima selain cinta dan …
Puisi: Menjadi Lumba-Lumba (Karya M. Aan Mansyur) Menjadi Lumba-Lumba Aku pernah punya mimpi. Kau menulis angka-angka penanda di bahuku, semacam tato permanen. Aku juga menulis angka-angka serupa di …
Puisi: Langkah (Karya Abdul Wachid B. S.) Langkah (- Prof Suyitno UNS) seorang lelaki tidak pernah menduga ia akan sampai pada ruang dan waktu yang bernama guru samalah halnya seb…