Puisi: Lautan (Karya Rustam Effendi) Lautan Terdengar derai ombak, bercerai, Terhampar ke pantai, sorai terurai. Mengaum deram, derum lautan, Walaupun di dalam mal…
Puisi: Menangis (Karya Rustam Effendi) Menangis Alangkah benciku mendengar tangis kalau menangis karena sakit. Alangkah marahku mendengar tangis, kalau orang disingg…
Puisi: Mengeluh (Karya Rustam Effendi) Mengeluh (1) Bukanlah béta berpijak bunga, melalui hidup menuju makam. Setiap saat disimbur sukar bermandi darah, dicucurkan dendam. Mena…
Puisi: Bukan Béta Bijak Berperi (Karya Rustam Effendi) Bukan Béta Bijak Berperi Bukan béta bijak berperi, pandai menggubah madahan syair; Bukan béta budak Negeri, musti menurut undangan …
Puisi: Laut Banda (Karya Gerson Poyk) Laut Banda Engkau adalah Ibu di antara Ibu yang selalu siap memberi hujan dan angin yang menggiling tepung ikan tepung sagu di negeri matahari Engkau…
Puisi: Via Dolorosa (Karya Gerson Poyk) Via Dolorosa makin terasa ada kesementaraan berbunga dalam dada bila kematian tadi di bayang sendiri tanah kelahiran selalu menerima kepedihan umur s…
Puisi: Tamu (Karya D. Zawawi Imron) Tamu Pohon siwalan melambai kabut karena angin tak mungkin memanggil senja dan siang tak seteduh lagu seruling itu, yang masih hanya a…
Puisi: Teluk (Karya D. Zawawi Imron) Teluk Kaubakar gema di jantung waktu Bibir pantai yang letih nyanyi Sembuh oleh laut yang berloncatan Memburu takdirmu yang menderu Dan …
Puisi: Singa (Karya Sitor Situmorang) Singa (sebuah fabel) Aku bergumam dalam sarangku. Gadis kecil masuk dalam gua. Aku mengaung: "Mengapa kau ke mari?" "Aku penyair!"…