Postingan

Puisi: Makrifat Jumat (Karya Dimas Arika Mihardja)

Makrifat Jumat 1/ Ana Nur, ada cahaya yang melumuri seluruh tubuh menjadi aura cinta. Ana Nur bermakna ada bersam…

Puisi: Napas Senin-Kamis (Karya Rusli Marzuki Saria)

Napas Senin-Kamis Tiap tahun kupotretkan wajah penuh tutuan Senyum sinis badan penuh kudisan Walau sinar bulanmuda lama tak singgah Kelentong-kelente…

Puisi: Kamis Petang (Karya Beni Setia)

Kamis Petang Angin berkesiur lagi. Bagai jutaan ibu yang serentak bangkit dari kuburan [Tsunami] di Aceh dan mencari anak mereka. Sement…

Puisi: Hari Ini Rebo Pertama (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Hari Ini Rebo Pertama tak ada kudengar suara apa pun hari ini juga suaraku adakah kehilangan demi kehilangan juga bayanganku adalah …

Puisi: Rabu Sepi (Karya F. Rahardi)

Rabu Sepi selama sapi-sapi tak kebagian sembelih selama bunyi-bunyian bungkam selama adikmu disunat nat nat nat dan matahari sekarat …

Puisi: Pada Suatu Hari Rabu (Karya Iman Budhi Santosa)

Pada Suatu Hari Rabu Umanis Pagi di Pagelaran Keraton Yogyakarta Jauh dari celah gunung kampung tak tercatat dalam sejarah aku datang dengan dada dan…

Puisi: Senin (Karya Ook Nugroho)

Senin Senin telah menantimu Di kelokan yang sibuk itu Di antara beringas raung klakson Sejuta mobil Dan traffic light Yang tak berhenti cemas Hidup p…

Puisi: Hari Senin (Karya Nana Riskhi Susanti)

Hari Senin Tepat di hari senin aku katakan padamu lewat daun-daun berguguran di telapak kakiku inilah mimpiku yang cuma di pertemuan k…

Puisi: Senen-Kramat (Karya Adi Sidharta)

Senen-Kramat malam di Senen-Kramat dua dunia menusuk otak dan rasa. tuan Parvenu hah-hah-ha mabuk bir Amat becak hah-hah-ha menari doger Bir dan doge…
© Sepenuhnya. All rights reserved.