Postingan

Puisi: Di Tengah Reruntuhan (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Di Tengah Reruntuhan Reruntuhan itu bercerita, Tentang rumah yang hilang, tentang mimpi yang hancur. Tapi Palestina, engkau tetap berdiri teguh, Mesk…

Puisi: Di Bawah Bayang Kezaliman (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Di Bawah Bayang Kezaliman Di bawah bayang kezaliman, Palestina tetap bernafas. Setiap darah yang tumpah adalah sumpah, Untuk tanah yang tak akan terl…

Puisi: Palestina (Karya F. Rahardi)

Palestina (1) Palestina adalah debu, keringat dan darah yang mengental di kain kumal sejak empat ribu tahun lalu waktu itu pak guru agama …

Puisi: Perjalanan yang Tak Berujung (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Perjalanan yang Tak Berujung Palestina, perjalananmu panjang, Di antara duri dan batu, Engkau terus berjalan, meski kaki terluka. Namun tekadmu adala…

Puisi: Kemenangan yang Tertunda (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Kemenangan yang Tertunda Palestina, engkau tetap berjuang Meski langit menutupi cahaya matahari. Setiap peluru adalah doa, Setiap luka adalah saksi k…

Puisi: Bumi Palestina (Karya Mahdi Idris)

Bumi Palestina Kemarin, kutemukan sebuah kisah haru membiru dadaku dalam kenangnya seolah puncak piluku selama waktu, amarahku bak kobar a…

Puisi: Panggilan Palestina (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Panggilan Palestina Palestina, suara dari tanahmu, Bagaikan angin yang berbisik keras. Kami mendengar panggilanmu, Untuk keadilan yang tak kunjung da…

Puisi: Darah Gaza (Karya Aspar Paturusi)

Darah Gaza adakah hatimu turut murung saat gerimis mengiringi senja sepertinya alam lagi berduka awan pun berselimut kabut alam diguncang bom udara d…

Puisi: Hasek (Karya Agus R. Sarjono)

Hasek ( di Gaza ) Mohon melapor tuan, kami mencari Schweik di Jalur Gaza tapi belum juga ditemukan. Kami ing…
© Sepenuhnya. All rights reserved.