Postingan

Puisi: Angkringan (Karya Joko Pinurbo)

Angkringan Lapar mengajak saya ke warung angkringan di pinggir jalan. Tuan pedagang angkringan sedang ketiduran. Ia batuk-batuk, mengerang, …

Puisi: Siang Hari (Karya W.S. Rendra)

Sajak Siang Hari Waktu terapung dalam kolam seperti katak di bawah mentari. Dan di antara kiambang nasib buruk mengintip padaku. Serta tangannya yang…

Puisi: Kotaku (Karya Tjahjono Widarmanto)

Kotaku kotaku tiba-tiba penuh baja dan logam taman-taman ditumbuhi belukar api dan dendam jadi bara di mana-mana terbetik berita di koran …

Puisi: Tentang Hujan (Karya Mustafa Ismail)

Tentang Hujan Kotamu mencoret-coret hujan dalam buku harian yang baru saja kita buka tanpa kata, tanpa suara ketika aku terjebak disitu cum…

Puisi: Yang Kami Minta Hanyalah (Karya Taufiq Ismail)

Yang Kami Minta Hanyalah Yang kami minta hanya sebuah bendungan saja Penawar musim kemarau dan tangkal bahaya banjir Tentu bapa sudah melihat gambarn…

Puisi: Safia (Karya Helvy Tiana Rosa)

Safia Aku bukan ratu, aku raja yang berpolitik lewat geliat sajak dan cerita para sahaya kepedulian yang tak pernah selesai karena cinta mereka tak t…

Puisi: Pamit (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pamit Kepada ibu ibu, apapun yang kutahu tentang hatimu betapa malangku memenggal jalan yang tersedia tapi hidup ini adalah hidupku cinta adalah nyaw…

Puisi: Menungkan Nasib (Karya J. E. Tatengkeng)

Menungkan Nasib Mengapa melati tak riang kembang, Sedang pagi disepuh embun? Mengapa gelatik melayang bimbang, Sedang padi kum…

Puisi: Ibu yang Mengayomi Dunia (Karya Yusriman)

Ibu yang Mengayomi Dunia Perempuan Islam, ibu yang mengayomi , Di tangannya, dunia ini terasa damai, Dengan kasih sayang yang tak terhingga , Ia ajar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.