Postingan

Puisi: Kotaku (Karya Tjahjono Widarmanto)

Kotaku kotaku tiba-tiba penuh baja dan logam taman-taman ditumbuhi belukar api dan dendam jadi bara di mana-mana terbetik berita di koran …

Puisi: Tentang Hujan (Karya Mustafa Ismail)

Tentang Hujan Kotamu mencoret-coret hujan dalam buku harian yang baru saja kita buka tanpa kata, tanpa suara ketika aku terjebak disitu cum…

Puisi: Safia (Karya Helvy Tiana Rosa)

Safia Aku bukan ratu, aku raja yang berpolitik lewat geliat sajak dan cerita para sahaya kepedulian yang tak pernah selesai karena cinta mereka tak t…

Puisi: Pamit (Karya M. Poppy Hutagalung)

Pamit Kepada ibu ibu, apapun yang kutahu tentang hatimu betapa malangku memenggal jalan yang tersedia tapi hidup ini adalah hidupku cinta adalah nyaw…

Puisi: Ibu yang Mengayomi Dunia (Karya Yusriman)

Ibu yang Mengayomi Dunia Perempuan Islam, ibu yang mengayomi , Di tangannya, dunia ini terasa damai, Dengan kasih sayang yang tak terhingga , Ia ajar…

Puisi: Kepada Bapak Guru (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Kepada Bapak Guru Bapak Guruku, Aku tak tahu asal-usulmu Aku hanya tahu isi hatimu Yang teduh, sabar selalu Bapak Guru Aku tahu Kau habiskan umurmu U…

Puisi: Lagu Hati yang Gelisah (Karya Adri Darmadji Woko)

Lagu Hati yang Gelisah Kudengar suara embun jatuh di daun pisang, kudengar letup api dalam kompor di belakang, kudengar suara jantung berdetak begitu…

Puisi: Lumut (Karya Oka Rusmini)

Lumut 1992 Pertemuan yang menjadi benih pulau, bongkahan karang dan pasir itu, kukenang seperti anak sungai yang melarutkan wujud pere…

Puisi: Majlis Makan Malam (Karya Toto ST Radik)

Majlis Makan Malam dan Letupan di Masjid Istiqlal Ketika lidah sibuk mengganyang 20 tusuk satay, ayam bakar, l…
© Sepenuhnya. All rights reserved.