Puisi: Cahaya Kopi (Karya Bambang Widiatmoko) Cahaya Kopi Di tengah lorong pasar Jambi Aku duduk di bangku yang tersembunyi Melihat pedagang menggiling biji kopi Seperti me…
Puisi: Sketsa Januari (Karya Cucuk Espe) Sketsa Januari Januari hujan tak berhenti Sajakku masih tersemai Di taman tanpa tepi Bukan lukisan tanpa bingkai Tapi goresan warna-warn…
Puisi: Leher (Karya Arif Bagus Prasetyo) Leher Tidur. Tinggalkan aku mabuk bersama akar dan tempayak, suara yang menembus jangat bumi dan mengerat batu lahat riwayatmu yang dipahat deng…
Puisi: Korek Api di Atas Bayanganmu (Karya Afrizal Malna) Korek Api di Atas Bayanganmu Ada masa kanak-kanak yang masih mengenalmu, datang di suatu sore, dan menuliskan sesuatu di atas bayang-bayangmu. Se…
Puisi: Guru dan Murid Dilarang Masuk ke dalam Sekolah yang Terbakar (Karya Afrizal Malna) Guru dan Murid Dilarang Masuk ke dalam Sekolah yang Terbakar Sebuah truk mengangkut bayangan, lebih banyak lagi bayangan dari sebuah jalan dari se…
Puisi: Batu (Karya Abdul Hadi WM) Batu Setiap memandang batu, besar atau pun kecil Terhimpit dalam semen beton atau bertahan dari kejatuhannya di lereng jurang Terpikir olehku kebijak…
Puisi: Lombang (Karya D. Zawawi Imron) Lombang (kepada pelukis sulaiman yang melukis kuburan di atas sahana) tulang-tulang sejarah membukit menitipkan jerit pada desir-desir cemara. terben…
Puisi: Husnul Khotimah (Karya Slamet Kuntohaditomo) Husnul Khotimah Perempuan yang merobek pernyataan cinta Memperkosa perasaan yang timbul pada pejam mata Pada pemunculan yang tolol di depan umum Lela…
Puisi: Duka (Karya Alizar Tanjung) Duka : Aceh Menjelang Desember Usai gemericik ombak mengikis pantai sedebur gelombang menghempas batu karang menenggelamkan nama-nama, se…