Postingan

Puisi: Mikraj (Karya Abdul Hadi WM)

Mikraj Di ujung musim yang menggasing bagai dengus gurun pasir     cahaya melompat     dalam laut salju     diseretnya langkah     malam …

Puisi: Mi'raj (Karya Bahrum Rangkuti)

Mi'raj (1) Malam kelam lena dalam sunyi hati meleleh hitam rapat hening di atas bumi Atap bilikku membuka terus panda…

Puisi: Malam Isra Mikraj (Karya Gunoto Saparie)

Malam Isra Mikraj dan kau pun diberangkatkan pada malam syahdu berbintang dua puluh tujuh rajab benderang naik buraq secepat kilat di musim hujan dar…

Puisi: Nuh (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Nuh di tengah luka paya paya lintah hitam memakan bulan taklagi matari jam mengucurkan detak nanah t…

Puisi: Mantera (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Mantera lima percik mawar tujuh sayap merpati sesayat langit perih dicabik puncak gunung sebelas duri sepi dalam …

Puisi: Kota Lama dan Hujan (Karya Kasianus Roin)

Kota Lama dan Hujan Masih tentang akhir tahun Pagi masih mendung Petanda hujan akan turun Yang pada libur senang dan beruntung Ketika hujan cukup reb…

Puisi: Penggali Batu Kapur (Karya Kirdjomuljo)

Penggali Batu Kapur Beginilah ia bernyanyi dengan irama gugur batu gugur bumi gugur hati Hingga ladang berderak burung-burun…

Puisi: Ketika Menunggu (Karya Gunoto Saparie)

Ketika Menunggu ketika menunggu di sudut ruang sambil memendam rindu di kalbu sambil menatapi lalu lalang orang-orang kau pun mengirim pesan: jagalah…

Puisi: Tiada (Karya Joko Pinurbo)

Tiada Tiada pengembara yang tak merindukan sebuah rumah, bahkan jika rumahnya hanya ada di balik iklan yang ia baca di perjalanan. Tiada …
© Sepenuhnya. All rights reserved.