Postingan

Puisi: Luka (Karya Gunoto Saparie)

Luka aku tak punya apa-apa selain syair tak berharga namun aku justru punya luka cinta pertama berdenyut sampai tua 2022 Analisis Puisi: Puisi "…

Puisi: Arjuna (Karya Bambang Sarwono)

Arjuna Tak besok Arjuna mati Sang Wiku tekun di puncak samadi Awan di bukit-bukit mengental Keras memutih besi "Tak satu makhluk pun menggangu d…

Puisi: Kwatrin tentang Kopi (Karya Kurnia Effendi)

Kwatrin tentang Kopi (1) Di anjungan yang tak tenang: horison bergelombang Tampak samar hutan tropis Brazilia di bawah kawanan tipis awan Akan kukena…

Puisi: Tubuhmu Lebih Luas Dari Ranjang (Karya Joko Pinurbo)

Tubuhmu Lebih Luas Dari Ranjang Semalam sehektar ranjang. Setahun sejengkal badan. Kutempuh kau di hekta…

Puisi: Sajak Kehilangan (Karya Mustafa Ismail)

Sajak Kehilangan Apa yang lebih pantas kuminta darimu kini: air mata, atau sebuah jerit paling keras sepanjang abad borok di kakimu tak terse…

Puisi: Wislawa (Karya Oka Rusmini)

Wislawa Kukenal perempuan tua dengan senyum pahit dan rambut blonde kering. Dia hidup dengan dua laki-laki yang disimpan dalam ketiak penuh parf…

Puisi: Di Tengah Sunyi (Karya Rustam Effendi)

Di Tengah Sunyi Di tengah sunyi menderu rinduku, seperti topan. Meranggutkan dahan, mencabutkan akar, meranggutkan kembang kalbu…

Puisi: Pamitku Padamu (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Pamitku Padamu Kau-aku tuntas melewatkan pagi-sore dibuncah kepenatan Siang-malam kebersamaan pun padat cerita dan kenangan Kau-aku banyak belajar da…

Puisi: Idul Fitri (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Idul Fitri Lihat Pedang tobat ini menebas-nebas hati dari masa lampau yang lalai dan sia Telah kulaksanaka…
© Sepenuhnya. All rights reserved.