Puisi: Nyeri Aceh (Karya Fikar W. Eda) Nyeri Aceh Tanah Aceh, nyeri kami Nyeri daging dan tulang kami Nyeri darah dan tangis kami Nyeri gigil Nyeri perih Nyeri kami Inilah …
Puisi: Inilah Aceh (Karya Fikar W. Eda) Inilah Aceh Inilah Aceh tanah harapan Adalah gerbang yang terbuka Terbentang sepanjang pesisir dan lembah Menghampar di antara lekuk bukit …
Puisi: Rumah (Karya Sitor Situmorang) Rumah Laut dan darat tak dapat lagi didiami Benahilah kamar di hatimu Atau - mari diam dalam rumahku, Bumi y…
Puisi: Tanah Air (Karya Ajip Rosidi) Tanah Air (1) Ada hijau pegunungan Ada biru lautan Ada hijau Ada biru Langit dan hatiku Adalah aku pucuk tatapan Ada pucuk Ada t…
Puisi: Arus (Karya Amal Hamzah) Arus Berkayuh aku di segara hidup, alun air pelan semata biduk melancar ria gembira. Pukulan kayuh tiada bersuara Pada perahu muat s…
Puisi: Melaut Benciku (Karya Amal Hamzah) Melaut Benciku Melaut benciku terhadap manusia melaut pula benciku terhadap ku sendiri karena dalam kelakuan mereka terlihat olehku prangai…
Puisi: Di Gunung Sepi (Karya Sitor Situmorang) Di Gunung Sepi Malam tiada bulan Di gang sepi Anak cari hiburan Menepi-nepi. Suatu pagi Tiada matahar…
Puisi: Hotel Aichun, Canton (Karya W.S. Rendra) Hotel Aichun, Canton Dalam siang yang tenteram kubuka jendela lebar-lebar menangkap hawa luar. Langit yang ramah dan sejalur ranting l…
Puisi: Tahajud Sunyi (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Tahajud Sunyi Kuketuk pintumu. Biarkan jemari kasihku mengusap gerai rambutmu. Kau pun membuka tabir jiwaku, hingga hatiku bisa lel…