Postingan

Puisi: Denpasar Festival (Karya I Nyoman Wirata)

Denpasar Festival Tak ada yang asing di lidah Rasa itu sudah mewarnai tulang Menjadi aroma peluh dan nafas Meracik bumbu meramu kata Men…

Puisi: Pertemuan dengan Seorang Pengemis (Karya Arifin C. Noer)

Pertemuan dengan Seorang Pengemis Pembicaraan kita pembicaraan sunyi antara hati dengan hati Malam menutupi wajah kita yang sedih Tanpa pamit mentari…

Puisi: Solitude (Karya Moh. Wan Anwar)

Solitude Dari jendela ini padang terhampar Mengukuhkan rawan dalam malam Sedang jalan mesti kususuri sendiri Ketakutan membuatku terasing Jarum jam s…

Countdown Lebaran: Momen Kegembiraan dalam Menyambut Hari Raya

Lebaran adalah momen yang paling dinanti-nantikan oleh umat Islam. Lebaran atau Idul Fitri merupakan simbol kebahagiaan dan kemenangan setelah menjal…

Puisi: Kesatria Telah Mati (Karya Darwanto)

Kesatria Telah Mati Kesatria telah mati di tanah-tanah belantara ini suara guguk mengangguk-angguk mengiringi senyap sunyi malam hari siangnya terban…

Puisi: Nyata-Nyata (Karya Darwanto)

Nyata-Nyata Nyata-nyata kita tak berhak berbicara perkataan lagi soalnya, kata yang mengalir dari lidah nyatanya akan bermuara ke telinga lidah kita …

Puisi: Dalam Repetisi (Karya Darwanto)

Dalam Repetisi Harus menjadi kutu untuk makan isi kertas buku Harus menjadi ulat bulu untuk meretas kepompong kupu-kupu Harus menjadi rambu-rambu unt…

Puisi: Rindu (Karya Darwanto)

Rindu Inikah sebuah rindu? sebuah jalan setapak di lereng yang mendaki yang berliku yang sangat terjal dan berbatu yang mesti harus ditempuh menyusur…

Puisi: Kau Sebut Hatimu (Karya Darwanto)

Kau Sebut Hatimu Kau sebut hatimu kain putih yang bersih yang rapi tertata dan bukanya debu-debu yang terbang bersamaan polusi udara Kau sebut hatimu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.