Puisi: Kapan Lagi (Karya Joko Pinurbo) Kapan Lagi Kapan lagi kau bisa duduk manis di bawah pohon cemara, mendengarkan beberapa ekor puisi berkicau…
Puisi: Air Mata (Karya Joko Pinurbo) Air Mata Biarkan hujan yang haus itu melahap air mata yang mendidih di cangkirmu. 2012 Sumber: Baju Bulan (2013) Analisis Puisi : Pui…
Puisi: Doa Malam (Karya Joko Pinurbo) Doa Malam Tuhan yang merdu terimalah kicau burung dalam kepalaku. 2012 Sumber: Baju Bulan (2013) Analisis Puisi : Puisi "Doa Mala…
Puisi: Arus (Karya Amal Hamzah) Arus Berkayuh aku di segara hidup, alun air pelan semata biduk melancar ria gembira. Pukulan kayuh tiada bersuara Pada perahu muat s…
Puisi: Melaut Benciku (Karya Amal Hamzah) Melaut Benciku Melaut benciku terhadap manusia melaut pula benciku terhadap ku sendiri karena dalam kelakuan mereka terlihat olehku prangai…
Puisi: Di Gunung Sepi (Karya Sitor Situmorang) Di Gunung Sepi Malam tiada bulan Di gang sepi Anak cari hiburan Menepi-nepi. Suatu pagi Tiada matahar…
Puisi: Malam Rindu (Karya Joko Pinurbo) Malam Rindu Malam Minggu. Hatiku ketar-ketir. Ku tak tahu apakah demokrasi dapat mengantarku ke pelukanmu dengan cara seksama dan dalam te…
Puisi: Hotel Aichun, Canton (Karya W.S. Rendra) Hotel Aichun, Canton Dalam siang yang tenteram kubuka jendela lebar-lebar menangkap hawa luar. Langit yang ramah dan sejalur ranting l…
Puisi: Tahajud Sunyi (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Tahajud Sunyi Kuketuk pintumu. Biarkan jemari kasihku mengusap gerai rambutmu. Kau pun membuka tabir jiwaku, hingga hatiku bisa lel…