Puisi: Kesaksian Anak Lanang bagi Ibu Bumi (Karya Diah Hadaning) Kesaksian Anak Lanang bagi Ibu Bumi Lembangkan keluh bumi, anak lanang dengan segala rahmat dan pahalanya tembangkan dendam bumi, anak lanan…
Puisi: Sepeda Anak-Anak di Halaman (Karya Frans Nadjira) Sepeda Anak-Anak di Halaman Tersandar pada pohon sepeda anak-anak di halaman. Bekas tapak, sobekan potret kelua…
Puisi: Penyair, Buah Apel, dan Dokter yang Cantik (Karya Hasan Aspahani) Penyair, Buah Apel, dan Dokter yang Cantik (: M Aan Mansyur) PADA suatu pagi, dia menjelma jadi burung kecil Lalu ia terbang dan hingg…
Puisi: Aidul Fitri (Karya Hasbi Burman) Aidul Fitri (1) Situasi yang terkoyak-koyak anak-anak menagih baju baru pada ayahnya tanpa meriam bambu dan petasan mainan seperti dahulu k…
Puisi: Tar Ulang Tahun (Karya Isbedy Stiawan ZS) Tar Ulang Tahun setumpuk masa lalu dalam adonan terigu, telur, gula dan batang lilin menyala sejenak lagi kautiup lalu sebentang jalan …
Puisi: Gadis Kecil dan Roti (Karya L.K. Ara) Gadis Kecil dan Roti seorang gadis manis kecil setinggi lutut ibunya membawa plastik besar berisi roti dengan girang ia menyandangnya m…
Puisi: Menengok Ayah (Karya Ook Nugroho) Menengok Ayah Sudah 20 tahun lebih ayah pindah ke alamat barunya, sementara kami masih menetap di alamat lama, yang disebut dunia. Karena sarana tran…
Puisi: Silhuet (Karya Taufiq Ismail) Silhuet Gerimis telah menangis Di atas bumi yang lelah Angin jalanan yang panjang Tak ada rumah. Kita tak berumah Kita hanya bayang-bayan…
Puisi: Catatan Oktober (Karya Diah Hadaning) Catatan Oktober (1) Kain putih telah direntang nama-nama telah dituliskan menjadi ombak pada laut menjadi warna bagi bendera menjadi pijar…