Postingan

Puisi: Terpisah (Karya W.S. Rendra)

Terpisah Racun lagu duka merambat di kelengangan malam kota. Lampu jalanan dipingsankan hujan. Berbaringan rumah-rumah wajahmu di temboknya.…

Puisi: Lagu Duka (Karya W.S. Rendra)

Lagu Duka Ia datang tanpa menetuk lalu merangkulku adapun ia yang licik bernama duka. Ia bulan jingga neraka langit dadaku adapun…

Puisi: Surat Kabar (Karya Joko Pinurbo)

Surat Kabar Ayah saya seorang loper koran yang sama gigihnya dengan wartawan. Deadline nasibnya lebih keras…

Puisi: Di Negeri Amplop (Karya Mustofa Bisri)

Di Negeri Amplop Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya "malu" Samson tersipu-sipu, rambut keramatny…

Puisi: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Karya Sides Sudyarto D. S.)

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Beribu pulauku, Indonesia Luas samudramu tak bertepi Air dan bumi Milik bersama Bangsaku. Berjuta jiwa …

Puisi: Sang Penjelajah Kota (Karya Diah Hadaning)

Sang Penjelajah Kota Banjir kota terhenti sementara di antara berisik gosip dan desau pohon angsana ketika …

Puisi: Tangan Kecil (Karya Joko Pinurbo)

Tangan Kecil Tangan kecil hujan menjatuhkan embun ke celah bibirmu, meraba demam pada lehermu, dan dengan takzim membuka kancing baju…

Puisi: Dialog Senja (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Dialog Senja Tuhan menegurku ketika daun-daun gugur di depan pintu. Bunga pun layu runtuh di tamanmu dan ka…

Puisi: Kelinci (Karya Taufiq Ismail)

Kelinci Kelinci, kelinci, bulumu putih bersih sekali Kamu melompat lincah ke sana dan ke sini Kelinci, kelinci, matamu itu lucu sekali Men…
© Sepenuhnya. All rights reserved.