Puisi: Perjalanan Subuh (Karya L.K. Ara) Perjalanan Subuh Hari masih subuh Subuh benar-benar subuh Ketika kami mencari mesjid Untuk sholat subuh Dalam perjalanan Di tengah em…
Puisi: Rahasia Cula (Karya F. Rahardi) Rahasia Cula Mengapa cula itu tonjolan keras di moncong itu dicari-cari lalu dijual dengan harga mahal? Mengapa pemilik cula it…
Puisi: Kupu-Kupu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Kupu-Kupu kupu-kupu kecil itu tersesat ke dalam kamarku di antara hiasan tanduk rusa dan rak-rak buku ia meliuk-liuk seperti tak tahu ara…
Puisi: Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh Kau bawa aku ke bukit asing: pengembaraan matahari yang menyebarkan harum keringat golgota. kematian dan keban…
Puisi: Antri Uang di Bank (Karya Afrizal Malna) Antri Uang di Bank Seseorang datang menemui punggungku Membicarakan sesuatu, menghitung sesuatu, seperti ka…
Puisi: Ketika Hujan Mulai Deras (Karya Agit Yogi Subandi) Ketika Hujan Mulai Deras jika hujan mulai deras, menguarkan bau segar daun-daun kemudian langit seperti batu …
Puisi: Sajak Abadi (Karya D. Kemalawati) Sajak Abadi Hidup berpilin-pilin dalam gelombang sajak-sajak di kaki pertokoan terjerat benang kusut merim…
Puisi: Doa Sebatang Lilin (Karya Pesu Aftarudin) Doa Sebatang Lilin Lilin yang memakan dagingnya sendiri dengan khusu ia berdoa di sebuah kamar Tuhan sudah cukupkah ibadat setelah terang kembali pad…
Puisi: Selembar Bendera (Karya Agit Yogi Subandi) Selembar Bendera Selembar bendera berat berkibar di bawah guyur hujan. 2009 Analisis Puisi: Puisi "Selembar Bendera" karya Ag…