Postingan

Puisi: Indonesia Menangis (Karya Sam Haidy)

Indonesia Menangis Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-may…

Puisi: Keluhan (Karya Mustofa Bisri)

Keluhan Tuhan, kami sangat sibuk.    1410 H Sumber:  Ohoi (1988) Analisis Puisi : Puisi "Keluhan" karya Mustofa Bisri adalah karya sa…

Puisi: Istriku (Karya Mustofa Bisri)

Istriku Kalau istriku tidak kawin denganku dia bukan istriku tentu Aku kebetulan mencintainya dia pun mencintaiku Seandai…

Puisi: Mulut (Karya Mustofa Bisri)

Mulut Di mukamu ada sebuah rongga Ada giginya ada lidahnya Lewat rongga itu semua bisa kau masukkan ke dalam perutmu Lewat rongga itu …

Puisi: Orang Penting (Karya Mustofa Bisri)

Orang Penting Orang penting lain dengan orang lain Dia beda karena pentingnya Bicaranya penting diamnya penting Kebijaksanaannya penting …

Puisi: Berbeda Pendapat (Karya Taufiq Ismail)

Berbeda Pendapat kucatat ahli masuk bui, A. Qadir Djelani di zaman demokrasi terpimpin dua kali di zaman demokrasi pancasila lagi dua kali Isa Ansyar…

Puisi: Selamat Menempuh Hidup Baru (Karya Sam Haidy)

Selamat Menempuh Hidup Baru (: W.S. Rendra ) Setelah berminggu-minggu menunggu Dipingit penyakit akut di ruma…

Puisi: Optimisme (Karya W.S. Rendra)

Optimisme Cinta kita berdua adalah istana dari porselen. Angin telah membawa kedamaian membelitkan kita dalam pelukan. Bumi te…

Puisi: Kita Guyah Lemah (Karya Chairil Anwar)

Kita Guyah Lemah Kita guyah lemah Sekali tetak tentu rebah Segala erang dan jeritan Kita pendam dalam keseharian Mari …
© Sepenuhnya. All rights reserved.