Puisi: Raja Ampatku (Karya B.E. Priyanti) Raja Ampatku Dari atas mata memandang Gugusan pulaumu berderetan Laksana untaian mutiara di lautan Sungguh indah dan menawan Dari bawah mata menyelam…
Puisi: Perhitungan (Karya Chairil Anwar) Perhitungan Banyak gores belum terputus saja Satu rumah kecil putih dengan lampu merah muda caya Langit bersih-cerah dan…
Puisi: Manusia Utama (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Manusia Utama Beta selalu menggemari pemandangan lantang: di pinggir laut yang luas, di puncak gunung yang tinggi. Dan sekarang beta…
Puisi: Kepada Anakku (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Kepada Anakku (1) Tiada tahukah engkau sayang, Bunda pergi melawat negeri Belum seorang pulang kembali, Ninggalkan kita sepi berempat? M…
Puisi: Pesta di Kebun (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Pesta di Kebun Lihat, teman, Pandangan kering kuning terbakar Hijau kembali permai terbabar Segala pohon yang merundukkan daun letih lela…
Puisi: Selalu Hidup (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Selalu Hidup Dan ketika aku melihat dari kebunku ke bawah, ke sawah tunggul jerami di tanah yang rekah, dan dari sana memandang ke bukit kering me…
Puisi: Ketemu Gus Dur (Karya A.A. Navis) Ketemu Gus Dur Baru saja aku dipindahkan dari brankar ke ranjang di ruang gawat darurat RS Harapan Kita Jakarta Presiden tiba sambil mengacungkan sal…
Puisi: Kota yang Berpura-pura (Karya Toto ST Radik) Kota yang Berpura-pura Siapakah menuliskan nama-nama Tuhan di bawah lampu lampu yang lucu? Kota terayun dalam …
Puisi: Di Tepi Kanal (Karya Ratna Ayu Budhiarti) Di Tepi Kanal Di kota ini, harapan-harapan dikayuh, berpakansi dengan gondola, menelusuri jejak masa lalu Nyanyian gondolier sekejap dihikmati Sebent…