Puisi: Orang Penting (Karya Mustofa Bisri) Orang Penting Orang penting lain dengan orang lain Dia beda karena pentingnya Bicaranya penting diamnya penting Kebijaksanaannya penting …
Puisi: Berbeda Pendapat (Karya Taufiq Ismail) Berbeda Pendapat kucatat ahli masuk bui, A. Qadir Djelani di zaman demokrasi terpimpin dua kali di zaman demokrasi pancasila lagi dua kali Isa Ansyar…
Puisi: Selamat Menempuh Hidup Baru (Karya Sam Haidy) Selamat Menempuh Hidup Baru (: W.S. Rendra ) Setelah berminggu-minggu menunggu Dipingit penyakit akut di ruma…
Puisi: Optimisme (Karya W.S. Rendra) Optimisme Cinta kita berdua adalah istana dari porselen. Angin telah membawa kedamaian membelitkan kita dalam pelukan. Bumi te…
Puisi: Kita Guyah Lemah (Karya Chairil Anwar) Kita Guyah Lemah Kita guyah lemah Sekali tetak tentu rebah Segala erang dan jeritan Kita pendam dalam keseharian Mari …
Puisi: Raja Ampatku (Karya B.E. Priyanti) Raja Ampatku Dari atas mata memandang Gugusan pulaumu berderetan Laksana untaian mutiara di lautan Sungguh indah dan menawan Dari bawah mata menyelam…
Puisi: Perhitungan (Karya Chairil Anwar) Perhitungan Banyak gores belum terputus saja Satu rumah kecil putih dengan lampu merah muda caya Langit bersih-cerah dan…
Puisi: Manusia Utama (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Manusia Utama Beta selalu menggemari pemandangan lantang: di pinggir laut yang luas, di puncak gunung yang tinggi. Dan sekarang beta…
Puisi: Kepada Anakku (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Kepada Anakku (1) Tiada tahukah engkau sayang, Bunda pergi melawat negeri Belum seorang pulang kembali, Ninggalkan kita sepi berempat? M…