Postingan

Puisi: Wolofeo O Wolofeo (Karya Putu Oka Sukanta)

Wolofeo O Wolofeo (1) Wolofeo O Wolofeo bukit kemiri menari-nari ke pangkuanmu O Wolofeo pepohonan meniupkan desir sejuk setiap hari air …

Puisi: Aku (Karya A.A. Navis)

Aku Tiada aku umpat oleh malangku memandang ke atas jaya 'rang lain bagai bulan terang bercahaya. Tiada aku ria oleh mujurku memandang ke bawah d…

Puisi: Gita Cemara (Karya Remy Sylado)

Gita Cemara Dalam hatiku jauh - jika terlihat mikroskop berdiri etalase atas segala duka dan kemiskinan Dala…

Puisi: Cincin (Karya Abdul Wachid B. S.)

Cincin kupikirkan sebuah cincin maha besarnya yang melingkari jemari manis semesta yang di tengahnya lobang seperti jantungku yang berloban…

Makanan yang Harus Dihindari untuk Penderita Eksim

Eksim atau dermatitis atopik merupakan salah satu penyakit kulit yang bisa menyerang siapa saja, mulai dari balita, anak-anak, hingga orang dewasa. P…

Puisi: Indonesia Menangis (Karya Sam Haidy)

Indonesia Menangis Tak akan sempat nisan terpahat; ribuan nama memesan bersama-sama. Sementara, mayat-may…

Puisi: Keluhan (Karya Mustofa Bisri)

Keluhan Tuhan, kami sangat sibuk.    1410 H Sumber:  Ohoi (1988) Analisis Puisi : Puisi "Keluhan" karya Mustofa Bisri adalah karya sa…

Puisi: Istriku (Karya Mustofa Bisri)

Istriku Kalau istriku tidak kawin denganku dia bukan istriku tentu Aku kebetulan mencintainya dia pun mencintaiku Seandai…

Puisi: Mulut (Karya Mustofa Bisri)

Mulut Di mukamu ada sebuah rongga Ada giginya ada lidahnya Lewat rongga itu semua bisa kau masukkan ke dalam perutmu Lewat rongga itu …
© Sepenuhnya. All rights reserved.