Postingan

Puisi: Berpikir tentang Maut (Karya Kriapur)

Berpikir tentang Maut Hanya sebuah jendela, sewaktu selalu dipermainkan angin Dan kau tak bisa lagi memberi warna gerimis Serigala bersarang…

Puisi: Setiap Menjelang Musim Gugur (Karya Kriapur)

Setiap Menjelang Musim Gugur setiap menjelang musim gugur kudengar daun-daun menyanyikan lagu puji-pujian kepada angin yang bakal datang membawa kisa…

Puisi: Bedugul (Karya Ngurah Parsua)

Bedugul cemara yang menyongsong bayangan kemuning sunyi, redup diderai angin temaram meru terkatup kabut, terkatup dingin Hujan lagi gerimis mengigil…

Puisi: Mas (Karya Joko Pinurbo)

Mas Kota telah memberikan segala yang saya minta, tapi tak pernah mengembalikan sebagian hati saya yang ia curi saat tubuh saya dimabuk kerj…

Puisi: Anak Alam (Karya Aspar Paturusi)

Anak Alam tak seperti biasa, ada mendung di wajahmu mungkin pula mendung mengelilingi hatimu padahal  kau sudah terbiasa tertikam duka kembalikan men…

Puisi: Misbar (Karya Joko Pinurbo)

Misbar Di sebuah lapangan di sebuah kampung di sebuah kenangan di pusat Jakarta masih bisa kautemui sebuah m…

Puisi: Imsak (Karya Aspar Paturusi)

Imsak kutelan teguk terakhir kutitip doa pada beduk musalla kuharap bisa sampai pada-Nya aku berkaca pada cermin waktu betapa buram warn…

Puisi: Pesta (Karya Aspar Paturusi)

Pesta pesta yang meriah cukup di hati, sayang kita sepakat menerima apa adanya demikianlah milik kita sesungguhnya milik banyak orang di neg…

Puisi: Utan Kayu (Karya Joko Pinurbo)

Utan Kayu (untuk Godot) Suatu malam di Utan Kayu tak kujumpai engkau, tak kujumpai siapa-siapa selain kurs…
© Sepenuhnya. All rights reserved.