Puisi: Tikus (Karya Mustofa Bisri) Tikus Memanen tanpa menanam Merompak tanpa jejak Kabur tanpa buntut Bau tanpa kentut 1414 H Sumber: Pahlawan dan Tikus (1995) Anali…
Puisi: Keroncong Motinggo (Karya Subagio Sastrowardoyo) Keroncong Motinggo (1) Perempuan yang mengatupkan mata Biarkan lampu kamar menyala Selama kita bercinta Tubuh kita yang telanjang harus k…
Puisi: Sayap Patah (Karya Subagio Sastrowardoyo) Sayap Patah Sejak berdiam di kota hati yang memberontak telah menjadi jinak kini pekerjaan tinggal membaca di kamar barang dua-tiga sa…
Puisi: Kepada Penyair (Karya Mustofa Bisri) Kepada Penyair Brentilah menyanyi sendu tak menentu tentang gunung-gunung dan batu mega-mega dan awan kelabu tentang bulan yang gagu d…
Puisi: Afrika Selatan (Karya Subagio Sastrowardoyo) Afrika Selatan Kristos pengasih putih wajah. – kulihat dalam buku injil bergambar dan arca-arca gereja dari …
Puisi: Kredo Celana (Karya Joko Pinurbo) Kredo Celana Yesus yang seksi dan murah hati, kutemukan celana jinmu yang koyak di sebuah pasar loak. Dengan uang yang tersisa dalam dompe…
Puisi: Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat (Karya Mustofa Bisri) Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat Kalau kau sibuk berteori saja Kapan kau sempat menikmati mempraktekkan teori? Kalau kau sibuk menikmati p…
Puisi: Negeri Teka-Teki (Karya Mustofa Bisri) Negeri Teka-Teki Jangan tanya, tebak saja Jangan tanya apa jangan tanya siapa jangan tanya mengapa tebak saja. …
Puisi: Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu (Karya W.S. Rendra) Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal. Aku pengin makan tajin Aku …