Puisi: Merindukan Bahagia (Karya Asmara Hadi) Merindukan Bahagia Jikalau hari lah tengah malam Angin berhenti dari bernafas Alam seperti dalam semadhi Sukma jiwaku rasa tenggelam Dala…
Puisi: Mimpi (Karya Sulaiman Juned) Mimpi Aku hapus rasa benci bersarang di hati saksikan wajah-wajah tanpa dosa jiwanya terkurung di kamp-kam…
Puisi: Tersingkir (Karya Sulaiman Juned) Tersingkir Gerimis rubah rindu jadi benci sakit di hati. Gerimis singkirkan peradaban televisi meng…
Puisi: Takut (Karya Sulaiman Juned) Takut Aku sudah terbiasa hidup dalam kecemasan. Wajah-wajah bertopeng mengikuti pergulatan siang dan malam. Aku sudah terbiasa hidup …
Puisi: Tamu Tengah Malam (Karya Gunoto Saparie) Tamu Tengah Malam siapakah mengetuk pintu pada setugal malam? siapakah takkenal waktu bertamu saat lingsir kelam? aku taktunggu siapa-siapa namun ak…
Puisi: Titik (Karya Abdul Wachid B. S.) T itik Apakah cinta senantiasa titik? Air di lautan air di daratan ditarik matahari khatulistiwa menuju awan-awan berarak mega-mega melebur…
Puisi: Tanah Air (Karya Gunoto Saparie) Tanah Air aku lahir di bumi ini dan ingin mati juga di sini menyatu dengan tanah air sumber ilham para penyair aku berumah di republik ini menimang-n…
Puisi: Bintang Jatuh (Karya Gunoto Saparie) Bintang Jatuh lewat tengah malam kulihat bintang jatuh lenyap entah ke mana apakah ini satu pertanda? pada gelap dan kelam misteri t…
Puisi: Terkenang Ibu (Karya Gunoto Saparie) Terkenang Ibu aku terkenang ibu memasak di dapur dengan tungku pakai kayu bakar menyala, membuat hitam langit-langit ada warna hangus dan bau…