Postingan

Puisi: Sanur (Karya Acep Zamzam Noor)

Sanur Berdesingan angin pantai dan buncah ombak dalam dadaku Kapankah aku sampai dalam bisu pesona semesta jiwa O, cakrawala jau…

Puisi: Tentang Pelangi (Karya Agit Yogi Subandi)

Tentang Pelangi Siang menjelang sore, aku berjalan mengunjungi pelangi selepas hujan . Ia seperti ada di perbukitan seberang jalan rumahk…

Puisi: Berlari di Batas Sepi Kesabaran (Karya Frans Nadjira)

Berlari di Batas Sepi Kesabaran jangan sembunyikan air matamu... Angin pasir berlari menjelajah tepi kesabaran. Desir terlambat  …

Puisi: Duka (Karya Syamsu Indra Usman)

Duka Kerikil dan bebatuan menghamburkan duka menghamburkan suka membawa luka yang ada pada setiap manusia Semarang, 1980 …

Puisi: Sepasang Mata di Jendela (Karya Frans Nadjira)

Sepasang Mata di Jendela Di kaca jendela basah Sepasang mata dingin Menatap ke dalam kamar Melihatku terbaring di lantai. Jika aku tak…

Puisi: Puisi (Karya Korrie Layun Rampan)

Puisi Jalan ini berdebu, kekasih Terbentang di padang rasa Enam belas matahari memanah dari enam belas ufuk Siang garang sepanjang kulminasi Bahak ma…

Puisi: Gerimis Senja (Karya Frans Nadjira)

Gerimis Senja Kulihat diriku di beranda memandang senja Menunggu gerimis tiba. Sayap-sayap seruling mengepak di antara cemas burung pe…

Puisi: Garut Selatan (Karya Ahda Imran)

Garut Selatan Melewati jembatan gantung ada hutan kecil di atas pulau karang pohon-pohon tua menyimpan arwah orang dulu. Ular hijau dengan…

Puisi: Cipatujah (Karya Acep Zamzam Noor)

Cipatujah Aku mengumpulkan lembar demi lembar daun Pada hamparan pasir. Di bawah rimbun ketapang Segala kesedihan dunia kupadatkan menjadi s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.