Puisi: Penyair Tardji (Karya Joko Pinurbo) Penyair Tardji Tardji minta bir buat pesta di malam buta. "Sampai tuntas pahit-asamnya. Sampai pecah …
Puisi: Episode Malam (Karya F. Rahardi) Episode Malam Ngantuk tapi tidak boleh tidur lapar tapi tidak boleh minum haus tapi tidak ada yang bisa diminum hujan tapi tidak b…
Puisi: Akulah Tai (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Akulah Tai Akulah tai, berselancar memenuhi spiteng. Meski bau aku kalis dari dosa. Terjun bebas da…
Puisi: Doa di Jakarta (Karya W.S. Rendra) Doa di Jakarta Tuhan yang Maha Esa, alangkah tegangnya melihat hidup yang tergadai, fikiran yang dipabrikkan, dan masyarakat yang diternakk…
Puisi: Batu Hitam (Karya W.S. Rendra) Batu Hitam Batu hitam di kali berdiri tanpa mimpi arus merintih oleh anak tak berhati. Betapa tegar tanpa rindu dan damba. Betapa…
Puisi: Anak yang Angkuh (Karya W.S. Rendra) Anak yang Angkuh Betapa dinginnya air sungai. Dinginnya. Dinginnya! Betapa dinginnya daging duka yang membaluti tulang-tulangku. …
Puisi: Silaturahmi (Karya Muhammad Yusuf Praja) Silaturahmi Makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri Perlu orang lain untuk menemani Saling sayang menyayangi Agar kekal hubungan yang abadi Analis…
Puisi: Kontol Kambing (Karya F. Rahardi) Kontol Kambing di warung sop dan sate kambing di Jalan Kendal Jakarta kontol kambing itu sudah dikupas bersih digandeng-gandeng, …
Puisi: Mak Oi (Karya Rivai Apin) Mak Oi Mak oi, sekiranya dunia masih minta dijelaskan cemerlang apa yang begitu dicinta. Setidaknya, sayangku sayang, lupakan habis-habis, …