Postingan

Puisi: Topeng Bayi untuk Zela (Karya Joko Pinurbo)

Topeng Bayi untuk Zela Melihat kau tersenyum dalam tidurmu, aku ingin kasih topeng bayi yang cantik untukmu. Kau pernah bertanya, "Cant…

Puisi: Foto (Karya Joko Pinurbo)

Foto Ia bangga sekali bisa memasang fotonya yang lumayan keren di dinding ruang kerjanya, persis di bawah jam…

Puisi: Naik Bus di Jakarta (Karya Joko Pinurbo)

Naik Bus di Jakarta ( untuk Clink ) Sopirnya sepuluh, kernetnya sepuluh, kondekturnya sepuluh, pengawal…

Puisi: Kisah Seorang Nyumin (Karya Joko Pinurbo)

Kisah Seorang Nyumin Demonstrasi telah bubar . Kata-kata telah bubar. Juga gerak, teriak, gegap, gejolak. T…

Puisi: Apakah Kebahagiaan Itu? (Karya Joko Pinurbo)

Apakah Kebahagiaan Itu? Ia tidak suka ditanya "apakah kebahagiaan itu?" Kebahagiaan itu kancing yang rontok dan jatuh berdenting d…

Puisi: Jalan-Jalan Bersama Presiden (Karya Joko Pinurbo)

Jalan-Jalan Bersama Presiden Saya dan presiden menyusuri jalanan kota yang tadi siang dipadati ribuan pengunjuk rasa. Desember dingin dan …

Puisi: Sebuah Cerita untuk Gus Dur (Karya Joko Pinurbo)

Sebuah Cerita untuk Gus Dur Saya penduduk baru di kampung itu. Setelah seminggu mendekam saja di rumah, akhirnya saya berkenalan dengan seoran…

Puisi: Poster Setengah Telanjang (Karya Joko Pinurbo)

Poster Setengah Telanjang untuk AM Si kecil yang suka makan es krim itu sudah besar dan perawan, sudah ti…

Puisi: Dua Orang Peronda (Karya Joko Pinurbo)

Dua Orang Peronda Hanya ada dua orang peronda datang ke gardu itu. Mereka duduk berhadapan, mengobrol ke sana kemari, bercerita tentang ke…
© Sepenuhnya. All rights reserved.