Postingan

Puisi: Malam Pesta (Karya Hartojo Andangdjaja)

Malam Pesta Di luar riuh ramai Suara biola terdengar serindai Satu teman jenaka Lainnya tertawa Gadis dan pemuda Ah, malam pesta Alangkah gembira Dal…

Puisi: Penerimaan (Karya Chairil Anwar)

Penerimaan Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri Kutahu kau bukan yang dulu lagi Bak kemb…

Puisi: Kota-Kota Tercinta (Karya Hartojo Andangdjaja)

Kota-Kota Tercinta Kota-kota tercinta antena-antena pemancar beragam suara antena-antena penangkap hingar dunia timbunan kegiatan dan tempa…

Puisi: Seperti Biasa (Karya Avianti Armand)

Seperti Biasa Seperti biasa, kita terdampar lagi pada chorus terakhir sebuah karusel dan satu malam sepia; Tempat ini mungkin…

Puisi: Hawa (Karya Avianti Armand)

Hawa Baiklah kita khayalkan bahwa perempuan itu ada dan ular itu ada dan taman di Eden itu ada. Dan seperti Tuhan, kita mulai m…

Puisi: Sajak Putih (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Putih Beribu saat dalam kenangan surut perlahan kita dengarkan bumi menerima tanpa mengaduh sewaktu detik pun jatuh ki…

Puisi: Kupandang Kelam yang Merapat ke Sisi Kita (Karya Sapardi Djoko Damono)

Kupandang Kelam yang Merapat ke Sisi Kita Kupandang kelam yang merapat ke sisi kita siapa itu di sebelah sana…

Puisi: Duka-Mu Abadi (Karya Sapardi Djoko Damono)

Duka-Mu Abadi Dukamu adalah dukaku. Air matamu adalah air mataku Kesedihan abadimu Membuat bahagiamu sirna Hingga ke akhir t…

Puisi: Ziarah Batu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ziarah Batu (1) Kami memutuskan untuk memulai ziarah menjenguk perigi dekat gua meski air di sana tak lagi …
© Sepenuhnya. All rights reserved.