Postingan

Puisi: Sesudah Perjalanan (Karya Kuntowijoyo)

Sesudah Perjalanan Sesampai di ujung engkau menengadah ke langit kekosongan yang lembayung Ayolah, ruh tiba saatnya engkau menyerahkan diri Sunyi men…

Puisi: Kenangan (Karya Kuntowijoyo)

Kenangan Yang tergantung di udara: jari menunjuk ke bulan mengingatkan kenangan Kapas-kapas ladang dipanen angin malam melayang-layang putih bersaing…

Puisi: Pepohonan (Karya Kuntowijoyo)

Pepohonan Sebagai layaknya pepohonan menampung kenangan dunia yang tergantung di awan sudah sampai di simpang Ada kubu terbungkus daunan mengeluh pel…

Puisi: Musim Panen (Karya Kuntowijoyo)

Musim Panen Setelah semusim tangan-tangan sibuk memotong pohonan di kampung halaman pak tani mengundang anak-anaknya memanen kolam sudah waktu ikan d…

Puisi: Diam (Karya Kuntowijoyo)

Diam Diam itu udara mengendap di pohon menidurkan derkuku menjentik ranting patah menyulam rumah laba-laba Yang petapa menutup mata Ketika angin memb…

Puisi: Laut (Karya Kuntowijoyo)

Laut Siapa menghuni pulau ini kalau bukan pemberani? Rimba menyembunyikan harimau dan ular berbisa. Malam membunuhmu bila sekejap kau pejam mata. Tid…

Puisi: Desa (Karya Kuntowijoyo)

Desa Yang berjalan di lorong hanya suara-suara barangkali kaki orang atau malaikat atau bidadari atau hantu mereka sama-sama menghuni desa di malam h…

Puisi: Kota (Karya Kuntowijoyo)

Kota Kotaku yang jauh padam lampu-lampunya angin menerpa lorong-lorong jelaga Kotaku yang jauh menyerah pada malam seperti di siang hari ia menyerah …

Puisi: Mental Spiritual Orang Indonesia (Karya Remy Sylado)

Mental Spiritual Orang Indonesia Doa kala sadar. Dosa kala lupa. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan Popu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.