Puisi: Lailatur Qadar (Karya Hasbi Burman) Lailatur Qadar Tak ada seperti dulu lagi Wangi meugang dan gurih rendang Asap lemang Ramadan dengan renda iman Adalah Lailatul Qadar pemb…
Puisi: Suatu Cerita pada Minggu Pagi (Karya Toto ST Radik) Suatu Cerita pada Minggu Pagi Minggu pagi membersihkan kolam ikan di taman belakang menyeduh kopi putih dan …
Puisi: Mengapa Mencintai? (Karya A. Munandar) Mengapa Mencintai? Aku penasaran mengapa kamu bisa begitu tegar mencintai, pada hakikatnya aku tidak pernah melihatmu benar-benar dicintai. Ini m…
Puisi: Harapan dan Tekad di Millenium III (Karya Sobron Aidit) Harapan dan Tekad di Millenium III Terbang aku ke Timor Timur Irian - Ambon, Aceh dan Riau Kalimantan - Bangka Belitung jauh dari Jakarta y…
Puisi: Musim Pelangi Hitam (Karya Kinanthi Anggraini) Musim Pelangi Hitam Desiran udara dalam nafas senantiasa tercipta dalam palung senja seluas segara. Yang tak …
Puisi: Sajak Negeri Pemarah (Karya Cucuk Espe) Sajak Negeri Pemarah Ketika semua orang pemberani Jeruji pun menjadi ladang rekreasi Ketika semua orang memaki Harga diri setinggi mata ka…
Puisi: Selukar Matahari (Karya Cucuk Espe) Selukar Matahari ( untuk Neng Tari ) Seketika kabut teriris Pada pagi belum habis Atau matahari melukar ta…
Puisi: Hidup dalam Sajak (Karya Cucuk Espe) Hidup dalam Sajak Mari bicara dengan hati dewasa Seperti rerumputan ketika senja Seperti rembulan rona purnama Menari di antara risau tanp…
Puisi: Doa Awal Desember (Karya Diah Hadaning) Doa Awal Desember Melangkah sepanjang jalan raya sambil menghitung doa lagu dinyanyikan masih sama seruan-seruan tak berbeda selalu ada da…