Puisi: Batu Kenangan (Karya Aldian Aripin) Batu Kenangan Di sini, di jantung kota ini di sini, di dalam hatiku 'ku lagukan sebuah nyanyian tidak lagi untukmu. K…
Puisi: Cervantes (Karya Agus R. Sarjono) Cervantes Dengan pena terhunus kau pacu keledai sastra menerjang kincir keramat hikayat bangsawan dan raja-raja hingga porak-poranda dan m…
Puisi: Berita Kematian (Karya Dorothea Rosa Herliany) Berita Kematian Akhirnya lepas bersama gugur daun Selembar mimpi di luar tidurmu -Tatap pun jadi jauh Men…
Puisi: Jalan-Jalan di Jakarta (Karya Medy Loekito) Jalan-Jalan di Jakarta Tak lagi kumengerti kemana jalan-jalan ini mampu berjuta manusia tersesat bersama ku…
Puisi: Tinoor (Karya Agam Wispi) Tinoor Para lelaki sudah pergi atau mati yang kembali ketinggalan hati di tanah seberang di kota ramai pulangnya tak berarti Kami yan…
Puisi: Kapel Sistine (Karya Remy Sylado) Kapel Sistine Michelangelo merampungkan lukisan Sistine Tentang Tuhan di Kejadian sampai Wahyu Dia mengumpa…
Puisi: Ketika Matahari Menggulung Senja (Karya Budiman S. Hartoyo) Ketika Matahari Menggulung Senja (Kado untuk ulangtahun Athar dan Nabil) Ketika matahari menggulung senja waktu cuma monopoli kamu …
Puisi: Melukis Hujan (Karya Kurnia Effendi) Melukis Hujan Tuhan, ajari aku melukis hujan Garis basah pada latar akuarel Titik yang memanjang dari ujung jari-Mu menuju bumi Setrum cinta yang mur…
Puisi: Manusia Kepengin Kalau Bisa (Karya Jose Rizal Manua) Manusia Kepengin Kalau Bisa Setelah lepas dari sekedar jadi pedagang dan punya rumah toko manusia kepingin televisi, kulkas dan honda bebek setelah l…