Postingan

Puisi: Aku (Karya Sobron Aidit)

Aku Aku adalah sisa fosil dari generasi yang hilang tapi nafsu hidupku sulit layu - terus berkembang tak mau hidup seratus tahun lagi terl…

Puisi: Mme Omnes (Karya Sitor Situmorang)

Mme Omnes Di matamu negeri kekasih Rindu pudar membakar diri. Sumber:  Paris la Nuit: Entre le Souvenir et…

Puisi: Kututup Jendela (Karya Sitor Situmorang)

Kututup Jendela Kututup jendela karena terlalu silau matanya. Kulihat ia bernafas dalam gelap. Sekira dapat leb…

Puisi: Aku Mencari Diriku pada Selembar Wajah (Karya Raedu Basha)

Aku Mencari Diriku pada Selembar Wajah Aku mencari diriku pada selembar wajah kenangan satu wajah yang menancap pucuk-pucuk setiap de guban …

Puisi: Setelah Bendera Itu Dikibarkan (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Setelah Bendera itu Dikibarkan Sekarang Anda menyanyikan lagu kebangsaan di negeri kami. Kami tidak mengenali lagu itu, tapi Anda memaksa ka…

Puisi: Menunggang Kuda Memetik Bunga (Karya Mawie Ananta Jonie)

Menunggang Kuda Memetik Bunga Tinggi bukit seribu gunung bertahun baru di rumah mertua, bersandal jepit berka…

Puisi: Ada Bulan dalam Kabut (Karya Mawie Ananta Jonie)

Ada Bulan dalam Kabut Dari seberang pagar gubuknya bayangan kekasih datang, sunyi di pegunungan suara langkahnya semakin terang. Mereka be…

Puisi: Cerita Batu (Karya Kinanthi Anggraini)

Cerita Batu Dipahat dari ujung ke ujung bahan dasar dari sebuah patung kerap dilirik dan membuat untung …

Puisi: Orkestra Burung Lepas (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra Burung Lepas Sangkar pun terbuka. sunyi di dalam (hanya selembar surat luka pada bulu-bulu yang puca…
© Sepenuhnya. All rights reserved.