Puisi: Bintang (Karya Gunoto Saparie) Bintang ada bintang di timur sendirian terang sebentar lalu redup pada ufuk samar dan sayup alamatmu maharaja kesunyian ada bintang di timur kesepi…
Puisi: Yang Menangis dalam Air Mata (Karya Upita Agustine) Yang Menangis dalam Air Mata Yang melihat tak menampak Yang menggamit tak memanggil Yang mendengar tak menyahut Berbisik tak bersuara Ber…
Puisi: Pengantin Jagung (Karya Bambang Widiatmoko) Pengantin Jagung Antara jagung bakar dan kematian Alangkah dekat pertautannya Asap wangi yang menyebar ke udara Kurasakan seperti bau tulan…
Puisi: Puncak yang Puncak (Karya Surasono Rashar) Puncak yang Puncak di batas puncak masih ada puncak puncak tinggi di dalam hatimu kalau hendak meraih buah bakti di atas puncak puncak …
Puisi: Buah Pilihan (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi) Buah Pilihan Kepada anak-anaknya, seorang ibu memberikan buah pilihan "Ambil dan makanlah!," katanya Anak-anak mengamb…
Puisi: Dua Burung (Karya Syahril Latif) Dua Burung Dua burung merpati Lewat muka jendela Menggarisi biru langit Menggarisi sepi Dua burung gereja Bercumbu di muka …
Puisi: Ia Bertanya pada Waktu (Karya A. Munandar) Ia Bertanya pada Waktu Bergantian menggurui rindu sementara mesin kota menjajakan pilu "Keringat ibu kota kau sapu sendiri?&qu…
Puisi: Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau (Karya Nanang Suryadi) Kepak Sayapku Tak Sampai pada Engkau Kepak sayapku tak sampai pada Engkau Cahaya maha cahaya cintaku Paruhku mematuk udara Memang…
Puisi: Zikir Kalbu (Karya Tjahjono Widarmanto) Zikir Kalbu Kekasih, setiap senja menyiratkan warna ungu, setiap malam menyapa hening, setiap dini mengabarkan kepompong pecah jadi kupu-k…