Puisi: Tanda-Tanda Zaman (Karya Sobron Aidit) Tanda-Tanda Zaman Kerusuhan, pembunuhan, penyiksaan dan penculikan penjarahan dan perkosaan, jambret, perampokan bolak-balik ke pengadilan …
Puisi: Jendela (Karya Tjahjono Widarmanto) Jendela jendela kamar selalu terbuka bisa kutatap kelebat waktu lewat isyarat-Mu menegur diam-diam mengabarkan ada tamu akan mengetuk pint…
Puisi: Bajang-Bajang (Karya Oka Rusmini) Bajang-Bajang (1) Kau bisa memandang dengan matamu yang hitam? Lalu kautelanjangi satu demi satu rangkaian yang bertengger di Kuri Gede Kau …
Puisi: Dalam Bis (Karya F. Rahardi) Dalam Bis angin dan langit bersatu di jendela bis suhu merendah dan seorang ibu yang tua terbatuk-batuk di depanku; senja makin lama makin…
Puisi: Penciuman Gagak (Karya A. Muttaqin) Penciuman Gagak Aku telah mencium bau bangkai yang begitu nyata. Berhari-hari mendatang pasti datang perang panjang dan pertumpahan…
Puisi: Noli Me Tangere (Karya Harijadi S. Hartowardojo) Noli Me Tangere (Kepada H.E. dan H.E.) Di pinggir kali pengembara berhenti Menatap anak bermain cecapung di air Demi kesal dengan kerikil di…
Puisi: Ketika Gelap Jatuh (Karya Fitri Yani) Ketika Gelap Jatuh dari ranting pohon ia menyaksikan orang-orang bergegas ke sebuah rumah dan berdoa sementara di langit ada yang pu…
Puisi: Jubah Pucat Lilin-Lilin (Karya Frans Nadjira) Jubah Pucat Lilin-Lilin Yang berdetak Mendingin di jarum jam. Manusia bergegas Seperti gelombang asap Melewati pintu demi pintu Berd…
Puisi: Jeng (Karya Darmanto Jatman) Jeng Jeng, hari ini sudah lebih dua puluh tahun aku menulis sajak sejak aku menulis Perahu Layar di Remaja Nasional Yogya, 28 Juli 1959:…