Postingan

Puisi: Dialog Dekat Patung Hachiko (Karya Sitor Situmorang)

Dialog Dekat Patung Hachiko (Patung peringatan anjing setia di depan stasiun Shibuya, Tokyo) A Jika datang lag…

Puisi: Sajak Pohon Randu (Karya Sitor Situmorang)

Sajak Pohon Randu Kuingin tulis sajak penyerahan mutlak kepada alam-raya menyatu dengan hayat tanpa ka…

Puisi: Pendaratan Malam (Karya Sitor Situmorang)

Pendaratan Malam Tentara tak berbekal mendarat Di malam disuburkan lapar. (Bila fajar bawa berita kayu a…

Puisi: Cinta Luput, Cinta Sepenuh (Karya Sitor Situmorang)

Cinta Luput, Cinta Sepenuh Hari sudah sore Siap menemui ajal Depan regu tembak Ia membalas surat Seoran…

Puisi: Amoy-Aimee (Karya Sitor Situmorang)

Amoy-Aimee Terbakar lumat-lumat Menggapai juga lidah ingin Api di pediangan. Terkapar sonder surat M…

Puisi: Matinya Juara Tinju (Karya Sitor Situmorang)

Matinya Juara Tinju Telah berlaku pula Hukum dewata Janganlah beri nama Ia mati apa Dengarlah ceritanya…

Puisi: Paris-La-Nuit (Karya Sitor Situmorang)

Paris-La-Nuit Malaikatku, malaikatku Turun menyelimuti senja kebosanan Menggeliat dalam beribu lampu l…

Puisi: Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami (Karya Sitor Situmorang)

Mengenang Pantai Meulaboh Dilanda Tsunami Seperti ledakan bencana alam purba Tsunami itu tak disangka bangkit me…

Puisi: Apa yang Tak Dapat Kauhancurkan (Karya Sitor Situmorang)

Apa yang Tak Dapat Kauhancurkan Apa yang tak dapat kauhancurkan dengan tangan, Hancurkanlah dengan sajak, d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.