Postingan

Puisi: Sajak Mata-Mata (Karya W.S. Rendra)

Sajak Mata-Mata Ada suara bising di bawah tanah. Ada suara gaduh di atas tanah. Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah. Ad…

Puisi: Gelas (Karya Kuntowijoyo)

Gelas Itulah yang kukerjakan. Mengumpulkan gelas Kembali. Sambil mengenangkan bahwa bibir Lembut telah menyentuh tepinya. Kuhapus dengan Pelan-pelan …

Puisi: Mimpi (Karya Isma Sawitri)

Mimpi Hidup adalah bagian terbaik dari mati Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi. Sumber: Horison (September, 1988) Catatan: Bait puis…

Puisi: Puncak Malam (Karya Sabar Anantaguna)

Puncak Malam jam satu sepi temanku belum kembali Pintu didorong temanku datang digotong Sepi mengamuk   dipecah ayam berkeruyuk tak lagi mengantuk Se…

Puisi: Penumpang Kelas I (Karya J. E. Tatengkeng)

Penumpang Kelas I Sampai umurku 30 tahun aku selalu menumpang dek Kini, berkat perjuangan temanku dan penyerahan kedaulatan ak…

Puisi: Panji di Hadapanku (Karya Amir Hamzah)

Panji di Hadapanku Kau kibarkan panji di hadapanku. Hijau jernih di ampu tongkat mutu-mutiara. Di kananku berjalan, mengiring perlahan, Ridl…

Puisi: Sajak Orang Gila (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sajak Orang Gila (1) aku bukan orang gila, saudara tapi anak-anak kecil mengejek orang-orang tertawa keti…

Puisi: Tubuh Pinjaman (Karya Joko Pinurbo)

Tubuh Pinjaman Tubuh yang mulai akrab dengan saya ini sebenarnya mayat yang saya pinjam dari seorang …

Puisi: Nyanyian Anak Cucu (Karya Upita Agustine)

Nyanyian Anak Cucu Aroma hutan-hutan dan jerami terbakar kucium sampai kini Menumbuhkan hutan lindung dalam rahimku Menghamparkan berjuta pir…
© Sepenuhnya. All rights reserved.