Puisi: Matinya Juara Judi (Karya Sitor Situmorang) Matinya Juara Judi Telah berlaku agaknya Hukum leluhur, tapi Janganlah beri nama nanti Pahlawanku mati apa Di akhir kisah. Dengarlah …
Puisi: Peta Perjalanan (Karya Sitor Situmorang) Peta Perjalanan Di hadapanku pantai Adriatik pelabuhan Dubrovnik Di seberang sana jazirah Italia tujuanku b…
Puisi: Nyekar di Pusara Bung Karno (Karya Sitor Situmorang) Nyekar di Pusara Bung Karno ( Untuk Rachmawati dan Isti ) "Ziarah ini tak ada akhir" kudengar bis…
Puisi: Di Hutan Lintong (Karya Sitor Situmorang) Di Hutan Lintong Jalan setapak ini jalan ayah , jalannya nenek jalan nenek dari neneknya. Jalan berawa be…
Puisi: Pandang Setua Bumi (Karya Sitor Situmorang) Pandang Setua Bumi Di garis-garis pinggangnya talut-talut rinduku menyelinap di sembul-sembul pinggulnya …
Puisi: Ibu (Karya Wiji Thukul) Ibu jika kau menagih baktiku itu sudah kupersembahkan ibu waktu hidup yang tak kubiarkan beku itulah tanda baktiku kepadamu gula dan teh memang belum…
Puisi: Penyair (Karya Wiji Thukul) Penyair Jika tak ada mesin ketik aku akan menulis dengan tangan Jika tak ada tinta hitam aku akan menulis dengan arang. Jika tak ad…
Puisi: Ibarat (Karya Wiji Thukul) Ibarat kita tambang dipuntir-puntir kering pernah ingin lolos dari semua ini kita tambang dibuntuti api bintang nyala berapa detik ibaratnya pendek s…
Puisi: Bunga (Karya Wiji Thukul) Bunga hidup bunga warna-warni sekejap merah warni sekejap lenyap mati seperti itu Sumber: Aku Ingin Jadi Peluru (2000) Analisis Puisi : Puisi "…