Postingan

Puisi: Surat Cinta (Karya Goenawan Mohamad)

Surat Cinta Bukankah surat cinta ini ditulis ditulis ke arah siapa saja Seperti hujan yang jatuh ritmis menyentuh arah siapa s…

Puisi: Ibu (Karya D. Zawawi Imron)

Ibu Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting hanya mata air air matamu ibu, yang te…

Puisi: Manifesto (Karya Toeti Heraty)

Manifesto Aku tuntut kalian ke pengadilan, tanpa pihak yang menghakimi siapa tahu, suap-menyuap  telah melua…

Puisi: Pernyataan (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Pernyataan (kepada C.A. ) Aku makin menjauh Dari tempatmu berkata kesekian kali Laut-laut makin terbuka D…

Puisi: Sungai Kecil (Karya D. Zawawi Imron)

Sungai Kecil Sungai kecil, sungai kecil! Di manakah engkau telah kulihat? Antara Cirebon dan Purwakarta atau hanya dalam mimpi? Di atasmu …

Puisi: Cocktail Party (Karya Toeti Heraty)

Cocktail Party meluruskan kain-baju dahulu meletakkan lekat sanggul rapi lembut ikal rambut di dahi         pertarungan dapat …

Puisi: Pada Sangkala (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Pada Sangkala Akan selalu terdengar keluh panjang terhadapmu Gangguan yang selalu membatas arwah kami Akan …

Puisi: Celurit Emas (Karya D. Zawawi Imron)

Celurit Emas roh-roh bunga yang layu sebelum semerbak itu mengadu ke hadapan celurit yang ditempa dari jiwa, cel…

Puisi: Post Scriptum (Karya Toeti Heraty)

Post Scriptum Ingin aku tulis sajak porno sehingga kata mentah tidak diubah jadi indah, pokoknya tidak p…
© Sepenuhnya. All rights reserved.