Postingan

Puisi: Kepada Orang di Puncak Pikiran (Karya H.B. Jassin)

Kepada Orang di Puncak Pikiran Menjauh-jauh dari dunia ramai Tuan surut mencari damai Memuncak mendaki pikiran Melayang-layang sendirian …

Puisi: Mengantar Sarawut Pulang (Karya Cecep Syamsul Hari)

Mengantar Sarawut Pulang Ia pendiam seperti dua kawanku asal Thailand Di Korea Selatan dua tahun silam Di depan laptop Mac hamp…

Puisi: Bintang Berasap (Karya Gunoto Saparie)

Bintang Berasap bulan pun pucat di langit kelam ketika jenazahmu disalatkan siapakah setelah ini, tuan? siapakah bergegas di subuh temaram…

Puisi: Air Mata Ibu (Karya Nanang Suryadi)

Air Mata Ibu butiran bening yang menggelincir lewat pipi keriput dipahat angin dan waktu. menjelmalah negeri-negeri yang penuh kenangan…

Puisi: Ketika Aku (Karya Nanang Suryadi)

Ketika Aku ketika aku mencintaimu tak ingin kuterlalu ketika aku membencimu tak ingin kuterlalu tapi, hati tak tuntas segala pu…

Puisi: Sepupu (Karya Ari Pahala Hutabarat)

Sepupu kunjungi aku sekali waktu. kita sudah lama kenal. telah banyak kau potret pantai dan muslihat yang dibuat raksasa untuk menjeb…

Puisi: Cerita untuk Ibu (Karya Fitri Yani)

Cerita untuk Ibu sekali waktu aku ingin berjalan di tengah kota di mana para remajanya kehilangan bahasa akan kuceritakan kepad…

Puisi: Tawa Maitreya (Karya Inggit Putria Marga)

Tawa Maitreya beberapa detik setelah dinyalakan, asap dupa meninggalkan dupa sebagian mengambang di bawah lampu gantung kristal berbentuk padma,…

Puisi: Petani Kata (Karya Agit Yogi Subandi)

Petani Kata berkali-kali ia berjalan dengan hujaman tombak-tombak matahari di punggungnya, hingga legam lehernya menjadi semakin tebal dan kebal…
© Sepenuhnya. All rights reserved.