Puisi: Kopi Luwak (Karya Nirwan Dewanto) Kopi Luwak Dari biji-biji mata yang baru saja lepas dari perut Bimasakti kusadap airmata paling hitam barangkali juga paling suci. Minumlah. Lekaslah…
Puisi: N.B. (Karya Dorothea Rosa Herliany) N.B. Seperti kalau kita berjalan di pusat perbelanjaan, di pinggir-pinggir toko dan kaki lima segalanya menggoda kita untuk melihat: dengan …
Puisi: Ketapang-Gilimanuk (Karya Acep Zamzam Noor) Ketapang-Gilimanuk Bermula dari ombak pasang Yang menyediakan ruang Bagi tubuhku Ulakan air melahirkan kata-kata Yang berloncatan sepert…
Puisi: Satu Pekan Sebelum Kematian (Karya Evi Idawati) Satu Pekan Sebelum Kematian : Mansour Fakih tanda kematian tidak tampak di wajahmu sorot matamu memang redup tapi dengan lembut menjelang malam engka…
Puisi: Oleh Laut (Karya Evi Idawati) Oleh Laut oleh laut aku tenggelam dalam debur ombak oleh laut aku terseret pusaran batin yang melemparkan aku pada sudut dunia : akan cinta masih k…
Puisi: Moluska (Karya Marhalim Zaini) Moluska aku akan memanggilmu moluska, saat pasang naik, dan lutut kita mulai menggigil di akar-akar bakau yang menjuntai dari dalam lumpur rawa-rawa,…
Puisi: Paris (Karya Sitor Situmorang) Paris untuk S.K. dan D.R. Sungai di bibir manis dan dadamu penawar musim rontok yang minta warna (Hati akan remuk antara khianat dan cinta) Tak ada p…
Puisi: Biduanita Botak (Karya Nirwan Dewanto) Biduanita Botak ( untuk Elfriede Lohse-Wächtler ) Selamat pagi. Seraya menyesap kopi Guatemala Kuingat, kuin…
Puisi: Potret Kenangan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Potret Kenangan Potret dalam pigura itu mengeras pada tembok wajah-wajah yang dingin, mengirimkan salju ke dalam ruang tidurku. aku terpera…