Postingan

Puisi: Solo dalam Mei (Karya Abdul Wachid B. S.)

Solo dalam Mei di persimpangan gadis menggemerincingkan gelang kaki nasib lampu-lampu redup pada geliat pin…

Puisi: Puing Gempa dan Lingkar Tsunami (Karya Hasbi Burman)

Puing Gempa dan Lingkar Tsunami Tentang puing gempa kita tercenung Angin sedang lirih Melelehkan kepedihan …

Puisi: Mengkasap Cinta (Karya Maskirbi)

Mengkasap Cinta Dengan benang perak dari embun Kukasap cinta di pohon waktu kukasap helai-helai daunnya ku…

Puisi: Kesaksian (Karya Maskirbi)

Kesaksian Orang-orang bersumpah, menyaksikan bencana lalu menyimpan dendam di dada yang terluka. Di langit yang berdarah. Orang-orang menangis sa…

Puisi: Di Tangan-Mu (Karya Maskirbi)

Di Tangan-Mu Mata hati mataku Matahari cipta-Mu Menatap hatiku Menghadap pada-Mu Sebab, hidup matiku ada di tangan-Mu. September, …

Puisi: Senja Saat Gerimis Runtuh (Karya Beno Siang Pamungkas)

Senja Saat Gerimis Runtuh Senja saat gerimis runtuh, perempuan itu membiarkan dirinya basah... Tak peduli pada sisa pandangnya... yang s…

Puisi: Burung yang Terluka (Karya Toto ST Radik)

Burung yang Terluka ... Burung yang terluka adalah aku terbang mencari makna kepak sayap Tapi lihatlah, seribu matahari bermunculan mengepu…

Puisi: Begitukah Pandangmu, Sayup, Bagai Bintang (Karya Linus Suryadi AG)

Begitukah Pandangmu, Sayup, Bagai Bintang Begitukah pandangmu, sayup, bagai bintang kemolekan bercahaya, menyu…

Puisi: Improvisasi untuk Lagu Penguburan (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Improvisasi untuk Lagu Penguburan Pada hari libur aku menulis puisi, menyiram bunga mawar, bicara dengan ku…
© Sepenuhnya. All rights reserved.