Postingan

Puisi: Hakone (Karya Medy Loekito)

Hakone Adalah pendar cinta Michael Angelo kepada Monalisa dan dansa Bach dengan walsanya hidup adalah seni …

Puisi: Taman yang Terbakar (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Taman yang Terbakar Pandanglah tahun-tahun luka berserakan di lantai  musim tak memberikan apa-apa bagi taman…

Puisi: Di Dalam Taman (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Di Dalam Taman Aku menunggu, tapi tak tahu siapa Akasia dan Gladiol tak menyapa Bangku-bangku taman enggan …

Puisi: Bentar Utara (Karya Ahmad Faisal Imron)

Bentar Utara di Bentar Utara di langit yang sekuning Van Gogh kapinis menggores sebentuk tangis untukmu, y…

Puisi: Batas (Karya Ahmad Faisal Imron)

Batas tak ada salak anjing bintang jatuh, di nisan tua yang rapuh tak ada sesuatu yang terjaga pada pemb…

Puisi: Solo dalam Mei (Karya Abdul Wachid B. S.)

Solo dalam Mei di persimpangan gadis menggemerincingkan gelang kaki nasib lampu-lampu redup pada geliat pin…

Puisi: Puing Gempa dan Lingkar Tsunami (Karya Hasbi Burman)

Puing Gempa dan Lingkar Tsunami Tentang puing gempa kita tercenung Angin sedang lirih Melelehkan kepedihan …

Puisi: Mengkasap Cinta (Karya Maskirbi)

Mengkasap Cinta Dengan benang perak dari embun Kukasap cinta di pohon waktu kukasap helai-helai daunnya ku…

Puisi: Kesaksian (Karya Maskirbi)

Kesaksian Orang-orang bersumpah, menyaksikan bencana lalu menyimpan dendam di dada yang terluka. Di langit yang berdarah. Orang-orang menangis sa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.