Postingan

Puisi: Negeri Mangga (Karya F. Rahardi)

Negeri Mangga (1) angin berkecapatan                 600 knot per mangga         kulikuli digaji     600 perak per mangga         pegawai jujur libur…

Puisi: Pulanglah, Kasihku! (Karya Lalik Kongkar)

Pulanglah, Kasihku! Hujan hampir merinai Sedangkan kau tak juga tiba Mungkin kau lupa Janji temu di sore ini Mungkin kau juga tak ingat Aku tak hanya…

Puisi: Sajak Putih Danau Putih (Karya Agam Wispi)

Sajak Putih Danau Putih kelam warna puncak samosir selamat malam, katanya, selamat malam diam tusam bagai rindang ceri enaknya makan rujak dingin beg…

Puisi: Kepada Sang Pengamen (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Sang Pengamen kau nyanyikan lagu lama sepanjang malam, sepanjang siang dari pintu ke pintu, dari cinta ke cinta namun kau tak tahu di mana dir…

Puisi: Hujan Siang (Karya Ulfatin Ch.)

Hujan Siang Hujan siang memanah jendela di mataku. Pada bibir dan tangan kulihat bayangmu menyala seperti kilat. Angin kali mengisi bangku-bangku den…

Puisi: Di Musim yang Lain, Aku Kembali (Karya Ulfatin Ch.)

Di Musim yang Lain, Aku Kembali Setahun kujelajahi hutan ini sepi belaka, tanpa penghuni Lalu kubangun rumah dekat sungai agar lebih mudah kukenali m…

Puisi: Sepenggal Rindu (Karya Ristiana Wang)

Sepenggal Rindu Tak banyak yang kutahu tentangmu Tak banyak waktu yang kulalui bersamamu Namun kini ketika kau t'lah berlalu Tak mampu 'ku me…

Puisi: Tak Sempat Pulang ke Riau (Karya Taufik Ikram Jamil)

Tak Sempat Pulang ke Riau megat sri rama tak sempat pulang ke riau sebab ajal menunggunya di kota terbilang bahkan untuk kembali tanpa kenang tanpa s…

Puisi: Sudut dalam Selimut (Karya Raden Siti Raihanah Ambarsari)

Sudut dalam Selimut Pintu dibuka Deru tangis mulai menyapa Masanya telah tiba Yang tenggelam dalam sudut kematian 2024 Analisis Puisi : Puisi "S…
© Sepenuhnya. All rights reserved.