Postingan

Puisi: Camar Bulan - Tanjung Datu (Karya Cucuk Espe)

Camar Bulan - Tanjung Datu Ini cerita tentang negeriku Zamrud khatulistiwa yang nestapa Kaya tapi selalu m…

Puisi: Labyrinth (Karya Aldian Aripin)

Labyrinth Wasangka yang mengintai di balik hatiku Menggelengkan kepala karena dunia dera mendera Gebalau yang riuh telah menelan …

Puisi: Mayat Sepi (Karya Raedu Basha)

Mayat Sepi (1) Aku bukan dia yang mati di dalam pembakaran tapi aku mayat di dalam sepi menanggung berat kesunyian dan pahala pada sebuah d…

Puisi: Tasik dan Sebatang Pohon (Karya Ahmad Faisal Imron)

Tasik dan Sebatang Pohon bahkan di situ di antara garis lengkung, bercak-bercak kelabu orang-orang membandin…

Puisi: Bandung (Karya Acep Zamzam Noor)

Bandung (1) Aku menggelinding Hanya debu Tertiup dari sudut ke sudut Terseret-seret irama kota yang riuh Hanya debu aku Melayang-layan…

Puisi: Ayat-Ayat Pamijahan (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Pamijahan (1) Syeh Abdul Muhyi menyebarkan agama Allah tanpa lelah. Jejaknya kini diziarahi banyak orang: yang mencari ilmu dan berkah bagi…

Puisi: Nusamanuk (Karya Acep Zamzam Noor)

Nusamanuk Ketika segala sesuatu terbungkus remang kabut Itu pertanda senja mulai merumbaikan tirai-tirainya Pendaran cahaya biru menyelinap di…

Puisi: Menjadi Penyair Lagi (Karya Acep Zamzam Noor)

Menjadi Penyair Lagi Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Seti…

Puisi: Makamkan Aku di Samping Makam Ibuku (Karya Syamsu Indra Usman)

Makamkan Aku di Samping Makam Ibuku                                     Bila aku mati Makamkan aku di samping makam ibuku             Aku ing…
© Sepenuhnya. All rights reserved.