Postingan

Puisi: Dua Gadis Cilik (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Dua Gadis Cilik Dua gadis cilik mati terlindas di dekat pasar sedikit darah terciprat pada celana kuli yan…

Puisi: Surat dari Oslo (Karya Toeti Heraty)

Surat dari Oslo Sudah kuterima surat undangan Terima kasih, jadi anakmu akan menikah? Baru ini kali terima b…

Puisi: Saat-Saat Gelap (Karya Toeti Heraty)

Saat-Saat Gelap Saat-saat gelap pertemuan                     – yang keramat – membenam dalam pangkuan senyap sunyi, titian yang harus dilewat…

Puisi: Dua Wanita (Karya Toeti Heraty)

Dua Wanita (untuk Dewi Rais) silakan-silakan masuk senyum ringan dan berat isyarat         – ada topeng di dinding belakang –  rumah ini r…

Puisi: Geneva Bulan Juli (Karya Toeti Heraty)

Geneva Bulan Juli (untuk J.H.)         akhirnya pasrah kepada musim dan hidup jadinya seperti buku (yang t…

Puisi: Sajak Malam (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Sajak Malam Setelah usai, dentang jam dinding duabelas kali. Yogya, 1976 Sumber:  Bayi Mati (1978) Analisis …

Puisi: Teranjur Basah (Karya Aprianus Gregorian Bahtera)

Teranjur Basah Bulan jatuh diam di halaman malam dua hati pernah lupa menimbang arah langkah terlanjur menjejak jalan yang sama Seperti tubuh yang te…

Puisi: Cintaku Tiga (Karya Toeti Heraty)

Cintaku Tiga Cintaku tiga, secara kanak-kanak         menghitung jari kusebut satu per satu kini Yang pertama serius dan dalam hatinya       …

Puisi: Rasa Apa yang Terselip di Sana? (Karya Seno Gumira Ajidarma)

Rasa Apa yang Terselip di Sana? Rasa apa yang terselip di sana? Angin datang menggetarkan permukaan danau puluhan helai daun melayang terapung …
© Sepenuhnya. All rights reserved.