Postingan

Puisi: Tasik dan Sebatang Pohon (Karya Ahmad Faisal Imron)

Tasik dan Sebatang Pohon bahkan di situ di antara garis lengkung, bercak-bercak kelabu orang-orang membandin…

Puisi: Bandung (Karya Acep Zamzam Noor)

Bandung (1) Aku menggelinding Hanya debu Tertiup dari sudut ke sudut Terseret-seret irama kota yang riuh Hanya debu aku Melayang-layan…

Puisi: Ayat-Ayat Pamijahan (Karya Soni Farid Maulana)

Ayat-Ayat Pamijahan (1) Syeh Abdul Muhyi menyebarkan agama Allah tanpa lelah. Jejaknya kini diziarahi banyak orang: yang mencari ilmu dan berkah bagi…

Puisi: Nusamanuk (Karya Acep Zamzam Noor)

Nusamanuk Ketika segala sesuatu terbungkus remang kabut Itu pertanda senja mulai merumbaikan tirai-tirainya Pendaran cahaya biru menyelinap di…

Puisi: Menjadi Penyair Lagi (Karya Acep Zamzam Noor)

Menjadi Penyair Lagi Melva, di Karang Setra, kutemukan helai-helai rambutmu Di lantai keramik yang licin. Aku selalu terkenang kepadamu Seti…

Puisi: Makamkan Aku di Samping Makam Ibuku (Karya Syamsu Indra Usman)

Makamkan Aku di Samping Makam Ibuku                                     Bila aku mati Makamkan aku di samping makam ibuku             Aku ing…

Puisi: Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (Karya Ahmad Nurullah)

Menimang Sejarah, Menangisi Airmata (- Kepada Orang Lain) (1) Sungguh adakah cinta, jika perang adalah fakta…

Puisi: Isyarat Laut (Karya Mustiar AR)

Isyarat Laut Putih layar itu Pada biru abadi berkabut Lari dari pangkal sendiri Ombak-ombak menggila, angin melulung Dan tiang-tiang gemer…

Puisi: Sebuah Sampan (Karya Remy Sylado)

Sebuah Sampan Aku sampan di samudra duka Terus dioleng gelombang tidak kenal henti Jika bertemu mercusuar di malam Atau kawanan camar di fa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.